BNN: Penyebaran Narkoba Makin Masif Lewat Media Sosial

  • 15 Jan 2026 10:45 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Peredaran narkoba di kalangan remaja kini semakin mengkhawatirkan seiring kemudahan akses melalui media sosial dan platform digital. Kini teknologi telah mengubah pola distribusi narkoba menjadi lebih tersembunyi dan sulit terdeteksi.

Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda BNNP Banten, Mita Maharani menyebutkan, beberapa kasus penyalahgunaan narkoba pada pelajar bermula dari transaksi di media sosial.

“Ada siswa SMP yang mendapatkan narkotika dari Instagram. Ini menunjukkan betapa mudahnya akses itu sekarang,” ujarnya saat dialog di Pro 2 RRI Banten, Kamis, 15 Januari 2026.

Baca juga:

Ia menjelaskan, narkoba tidak selalu ditawarkan secara terang-terangan. Bentuknya kerap menyerupai rokok, cairan vape, atau obat tertentu yang tampak legal. Hal ini membuat remaja tidak menyadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan zat berbahaya.

"Kondisi tersebut diperparah dengan minimnya pengetahuan dan pengawasan dalam penggunaan gawai," ucap dia.

BNNP Banten juga mencermati maraknya penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang seharusnya digunakan dengan resep dokter. Obat tersebut diperoleh secara ilegal melalui marketplace daring dan kemudian disalahgunakan untuk mendapatkan efek tertentu.

Baca juga: Hingga September, Polda Banten Amankan 778 Tersangka Narkoba

"Fenomena ini menandai pergeseran pola penyalahgunaan dari narkotika konvensional ke obat legal yang disalahgunakan," ujarnya.

Mita menambahkan, remaja sering kali terlibat tanpa sadar, bahkan hanya sebagai perantara pengambilan paket. Modus pengiriman dilakukan dengan alamat tidak jelas dan keterangan palsu.

“Kadang mereka tidak pakai, tapi diminta mengambil paket. Ini tetap berbahaya karena bisa menyeret mereka ke masalah hukum,” katanya.

Baca juga: BNN Cilegon Edukasi Bahaya Narkoba Kepada Pelajar SD

Ia menegaskan, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama dalam menerima barang, makanan, atau minuman dari pihak yang tidak dikenal. Edukasi digital menjadi kunci agar remaja mampu memilah informasi dan menolak ajakan yang mencurigakan.

“Sekarang bukan zamannya asal percaya. Kita harus lebih kritis dan waspada,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....