Indonesia Emas 2045 Tertumpu pada Ketahanan Keluarga

  • 27 Agt 2026 14:51 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 bertumpu pada ketahanan unit terkecil masyarakat, yakni keluarga. Tanpa fondasi pengasuhan yang kokoh di rumah, benteng pertahanan anak rentan runtuh saat berhadapan dengan dinamika pergaulan dan ancaman bahaya narkoba.

‎Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah mengibaratkan dinamika tumbuh kembang remaja seperti perjuangan menaklukan medan yang penuh tantangan. Anak muda memiliki energi melimpah, ide kreatif, hingga kecakapan menguasai teknologi seperti pengoperasian pesawat nirawak (drone).

‎‎Namun, potensi besar itu kerap menjadi simpul rapuh ketika anak tidak dibekali fondasi lingkungan yang sehat. Sekali melangkah salah di fase awal, pergaulan bebas dan jebakan barang haram siap menyeret mereka ke jurang keputusasaan.

‎"Anak-anak muda punya daya jelajah tinggi. Tapi kalau langkah pertamanya jatuh, mereka terpuruk dan stres, akhirnya lari ke narkoba. Karena itu pergaulan sangat menentukan. Kalau bergaul dengan penjual minyak wangi, kita ikut wangi. Pilihlah lingkungan dan sosok-sosok yang membawa pengaruh sukses," ujar Dimyati saat membuka kegiatan Genre Kelas Orang Tua Bersahaja di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Curug Kota Serang, Kamis 27 Agustus 2026.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Provinsi Banten, Iwan Ardiansyah mengatakan pengasuhan anak lewat analogi permainan catur. Dalam catur, kuda tidak pernah bisa berubah menjadi benteng, begitu pula gajah.

‎"Anak-anak kita seperti pion. Langkahnya pelan, satu per satu. Tapi kalau dibina dengan baik di dalam keluarga, diberi lingkungan dan sekolah yang tepat, mereka bisa jadi apa saja yang dicita-citakan. Keluarga adalah tempat pertama pembentukan karakter itu," ujar Iwan.

‎‎Iwan menambahkan, pemenuhan hak pendidikan yang layak serta keselarasan antara kewajiban orang tua dan anak menjadi kunci utama dalam mencetak generasi berkualitas. Kolaborasi intensif dari dalam rumah inilah yang diproyeksikan menjadi modal dasar pembangunan Provinsi Banten menyongsong era Indonesia Emas dua dekade mendatang. (Cyesilia Tiara Manihuruk)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....