Lintas Agama Suarakan Damai di Harmony Speech Festival

  • 19 Agt 2026 12:50 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Harmony Speech Festival di Gedung Negara Kota Serang menampilkan pembacaan ayat dari kitab suci lima agama secara bergantian.
  • Acara ini menjadi ruang bagi umat lintas agama untuk menyampaikan nilai-nilai ajaran masing-masing kepada masyarakat luas.
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang menganggap festival ini sebagai wujud komitmen terhadap perdamaian dan persatuan umat beragama di Indonesia.

RRI.CO.ID, Serang - Petikan ayat dari kitab suci lima agama berkumandang bergantian di halaman Gedung Negara Kota Serang, Rabu, 19 Agustus 2026. Lewat ajang Harmony Speech Festival, para peserta lintas iman menyerukan pesan perdamaian dan persatuan dalam merawat toleransi.

Festival pidato berbasis kitab suci ini digagas oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang. Kegiatan perdana ini melibatkan peserta dari agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, hingga Buddha.

Ketua FKUB Kota Serang, Kiai Matin Syarkowi, menyebut perbedaan keyakinan bukan sekat untuk membangun kebersamaan, melainkan modal sosial untuk memperkuat kebangsaan.

“Ini ada lomba pidato berbasis kitab suci masing-masing agama yang diselenggarakan di Kota Serang. Tujuannya mendekatkan umat pada agamanya untuk tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Matin di lokasi acara.

Matin berharap agenda perdananya ini bisa digelar lebih masif pada tahun-tahun mendatang. “Insyaallah ke depan lebih meriah lagi,” katanya.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan ajang ini bukan sekadar mengejar piala atau menentukan siapa yang terbaik. Menurutnya, acara ini menjadi ruang perjumpaan agar warga kota yang beragam bisa saling memahami.

“Ini bukan untuk mencari siapa yang menang, tapi untuk kebersamaan dalam rangka persatuan dan kesatuan Indonesia. isu agama ini sensitif, jadi kita satukan agar Kota Serang ini kondusif,” kata Budi.

Budi menambahkan, kondisi kota yang damai dan toleran menjadi syarat mutlak jika Serang ingin memikat investor serta wisatawan. Pemkot Serang bahkan tengah menggenjot sektor pariwisata, salah satunya mengkaji pengembangan kawasan pantai di Banten Lama.

“Lokasinya lagi dirapatkan, antara Pantai Gope atau pantai milik provinsi di belakang Pulau Tekong,” ucapnya.

Sementa Gubernur Banten, Andra Soni, mengapresiasi cara para peserta menafsirkan ayat-ayat suci. Masing-masing peserta mengambil petikan ayat, lalu menghubungkannya dengan realitas kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mereka terlatih untuk menyampaikan pesan agama yang damai. Nilai-nilai ini membuktikan ajaran agama bisa jadi benteng untuk menjaga keharmonisan masyarakat,” tutur Andra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....