Warga Keluhkan Bau Sampah TPA Bangkonol yang Menyengat

  • 05 Jul 2025 17:25 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Warga di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengaku resah dengan kondisi lingkungan yang semakin memburuk akibat bau sampah yang menyengat. Selain bau menyengat, sampah-sampah ini pun mengundang lalat hijau yang sering meresahkan.

"Bukan cuma kecium, baunya itu sampai bikin susah tidur. Rumah tiap malam harus disemprot pewangi. Kalau habis hujan, lebih parah lagi. Tiap hari harus menghirup bau sampah," ucap seorang warga, Een, Sabtu (5/7/2025).

Menurut Een, keluhan ini timbul seiring dengan terus berdatangannya kiriman sampah dari luar daerah, setelah sebelumnya menerima sampah dari Kabupaten Serang, TPA Bangkonol kini juga direncanakan menampung sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Baca juga: Pengelolaan TPA Bangkonol Pandeglang Harus Tertata

Een bersama warga lainnya juga mempertanyakan pemberian kompensasi yang dianggap tidak layak dan tidak merata. Seringkali pemberian kompensasi dilakukan secara langsung ke rumah warga tanpa ada sosialisasi sebelumnya.

“Ngasihnya sembunyi-sembunyi door to door yang diam saja dikasih yang mengeluh malah enggak. Jadi seolah-olah disuruh diam dengan uang segitu," ujarnya.

Selain itu warga pun menyayangkan kondisi infrastruktur dan fasilitas umum di kawasan tersebut. Dimana jalan menuju TPA disebut rusak, sementara penerangan jalan umum minim bahkan cenderung tidak ada.

Baca juga: Pemkab Pandeglang Belum Mampu Tangani Sampah Teluk

“Waktu pengiriman sampah itu biasanya selepas Zuhur, menjelang Magrib, atau Subuh. Tapi kami tidak pernah diberitahu. Bahkan soal rencana kiriman sampah dari Tangsel saja kami tahu dari luar, bukan dari pemerintah," ucap dia.

Warga berharap pemerintah lebih transparan dan mengedepankan aspek lingkungan dan sosial dalam setiap kebijakan pengelolaan sampah. Mereka mendesak adanya peninjauan ulang terhadap kerja sama antar daerah yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat sekitar TPA.

Sementara Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pandeglang, Winarno menyatakan, segala aspek teknis dan sosial masih dalam kajian mendalam. Adapun terkait pengiriman sampah dari luar daerah saat ini pembahasan masih sebatas menerima surat rencana kerja sama dari Pemkot Tangsel dan belum sampai pada tahap sinkronisasi isi perjanjian.

Baca juga: Capaian Retribusi Sampah di Pandeglang Baru 20,8 Persen

“Kami baru membahas di tingkat administrasi. Surat dari Tangsel sudah diterima dan sudah dibalas, tapi belum sampai pada pembahasan teknis. Ini baru satu pihak. Belum tentu disetujui juga, masih akan dikaji lebih lanjut," kata Winarno.

Dia mengakui masih tercium bau sampah di lingkungan warga yang tinggal dekat TPA. Namun, pihaknya terus upayakan penanganan. Termasuk penambahan alat dan sarana dari pihak pengirim sampah karena menurutnya ini merupakan bagian dari kewajiban mereka.

“Kami paham isu ini cukup sensitif. Tapi sekarang kami masih di tahap persiapan. Termasuk mitigasi dan mekanisme teknisnya nanti akan dimatangkan," katanya. (Ridwan Maulana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....