Untirta Uji Coba Teknologi IoT untuk Pantau Tempat Pembuangan Sampah
- 07 Jul 2026 10:48 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Tim peneliti Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menguji coba sistem Internet of Things (IoT) untuk memantau pengelolaan sampah berbasis komunitas di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Teknologi tersebut menjadi bagian dari penelitian fundamental reguler yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Sistem IoT itu mampu menyajikan data kondisi TPS secara real time, mulai dari jenis sampah yang terdeteksi, konsentrasi gas yang dihasilkan timbunan sampah, suhu lingkungan, hingga tingkat kelembapan di sekitar lokasi. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pengelola dan masyarakat untuk menentukan waktu pengangkutan maupun penanganan sampah sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan risiko pencemaran lingkungan dapat ditekan.
Ketua tim peneliti, Enggar Utari mengatakan, pengembangan teknologi tersebut tidak hanya berfokus pada perangkat digital, tetapi juga melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan lingkungan.
"Kami mengembangkan model pendidikan lingkungan hidup yang mengintegrasikan pemetaan sosial pemangku kepentingan dengan teknologi Internet of Things. Dengan demikian, inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada aspek teknologi, tetapi juga mampu membangun partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan," kata Enggar Utari, Selasa, 7 Juli 2026.
Uji coba diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RW, pengurus RT, kader PKK, hingga pengelola komunitas sampah. Pelibatan warga sejak tahap pengembangan teknologi membuat sistem yang dibangun menyesuaikan kebutuhan di lapangan sehingga lebih mudah diterapkan dalam aktivitas pengelolaan sampah sehari-hari.
Penelitian tersebut juga melibatkan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Vokasional Teknik Elektro dan Pendidikan Biologi. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari pembelajaran berbasis riset sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam pengembangan dan penerapan teknologi di tengah masyarakat.
Penggiat komunitas pengelolaan sampah, Taufik Rinaldi menilai, teknologi tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena menyajikan informasi penting yang sebelumnya sulit diperoleh secara cepat.
"Inovasi ini akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sistem IoT memberikan informasi penting mengenai jenis sampah, keberadaan gas yang dihasilkan dari timbunan sampah, suhu, serta kelembaban di sekitar TPS. Data tersebut membantu masyarakat maupun pengelola menentukan waktu yang tepat untuk melakukan pengangkutan sampah sehingga pengelolaan menjadi lebih efektif dan lingkungan tetap terjaga," ujar Taufik Rinaldi.
Hasil uji coba tersebut menjadi langkah awal penerapan teknologi digital dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Tim peneliti juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, perguruan tinggi, dan media agar model pengelolaan sampah berbasis IoT dapat diterapkan di lebih banyak wilayah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....