Warga Baduy Dalam Dambakan Akses Layanan Kesehatan yang Terjangkau

  • 28 Sep 2023 14:40 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Masyarakat adat Suku Baduy, khususnya Baduy Dalam masih mendambakan akses layanan kesehatan yang terjangkau tanpa melanggar aturan adat. Soalnya jarak untuk mendapat layanan kesehatan bagi warga Baduy masih dianggap jauh.

“Puskesmas terdekat di Ciboleger, sekitar 15 atau 18 km. Sobang jauh lagi sekitar 20 km. Karangnunggal memang tidak begitu jauh, tapi sarana alat belum lengkap menurut kami, obat-obat yang dibutuhkan harus dicari dulu,” ujar seorang tokoh Baduy Dalam, Ayah Mursyid di Binong Raya, Desa Keboncau, Kecamatan Bojongmanik, Lebak, beberapa hari lalu.

Baca juga:

JKN Jadi Solusi Kesehatan Masyarakat Adat Suku Baduy

Akibat jarak yang jauh itu, warga Baduy kerap terlambat dapat penanganan medis seperti bila terkena gigitan ular.

“Tahun-tahun kemarin banyak warga yang habis bekerja di ladang dipatok ular sampai meninggal. Waktu itu datang ke Puskesmas atau Pust, ternyata obat anti bisanya lagi kosong, lagi cari dulu ke mana gitu kan itu bisa telat,” katanya.

Maka dari itu, Ayah Mursyid menyarankan pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan di Binong Raya yang berada di Desa Keboncau, Kecamatan Bojongmanik. Soalnya jarak Baduy Dalam ke Binong Raya hanya empat kilometer. Ini juga dianggap solusi terbaik mengingat Suku Baduy Dalam dilarang menaiki kendaraan seperti mobil.

Baca juga:

Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri

“Jarak dari Baduy Dalam ke Binong Raya empat kilo. Harapan saya (ke) pemerintah, di tempat ini (Binong Raya) supaya lengkap. Ada sarana prasarana, fasilitas kesehatan. Apa mau rumah sakit, apa fasilitas kesehatan lain,” ucap Ayah Mursyid.

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI, Bayu Tedja Muliawan menerangkan, di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar yang menjadi kawasan pemukiman adat Suku Baduy, sudah disediakan enam titik Posyandu untuk memperluas jangkauan layanan Puskesmas sehingga masyarakat bisa mendapat layanan promotif dan preventif. Tenaga Kesehatan juga secara bertahap sampai tahun 2024 akan dilengkapi.

“Tenaga di Puskesmas itu secara bertahap sampai 2024 kita lengkapi. Kemudian obat layanan dasar khusus untuk obat pelayanan dasar, itu juga kita lengkapi. Dan tadi kalau nanti ada permintaan bisa ular, itu kita bisa lengkapi di Puskesmas, jadi itu secara berjenjang,” katanya.

Baca juga:

Kolaborasi Lintas Organisasi Bantu Warga Baduy Operasi Katarak

Masyarakat adat Suku Baduy tersebar di 12 titik. Sejauh ini kesehatan mereka dilayani 7 Puskesmas, diantaranya Puskesmas Cisimeut, Cirinten, Bojongmanik, dan Leuwidamar. Sayangnya, selain jauh, fasilitas diseluruh Puskesmas itu juga belum memadai.

Saat ini sudah 6.196 jiwa dari total 9.297 jiwa penduduk Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, tercatat telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). 4.602 jiwa diantaranya merupakan peserta aktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....