JKN Jadi Solusi Kesehatan Masyarakat Adat Suku Baduy
- 26 Sep 2023 16:40 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Kesadaran masyarakat adat Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten, untuk menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin tinggi. Kini setengah dari jumlah penduduk Baduy sudah terlindungi layanan JKN.
Keikutsertaan Suku Baduy menjadi peserta JKN akan memudahkan mereka untuk mendapat layanan kesehatan yang optimal. Sebab, selama ini mereka kesulitan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang layak lantaran belum terlindungi JKN.
Baca juga:
Kolaborasi Lintas Organisasi Bantu Warga Baduy Operasi Katarak
“Hal ini tidak hanya memberikan keyakinan kepada masyarakat Suku Baduy mengenai manfaat keikutsertaan dalam Program JKN, tetapi juga merupakan langkah konkret menuju Indonesia Universal Health Coverage (UHC),” ujar Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, David Bangun saat menyerahkan Kartu JKN secara simbolis bagi masyarakat Suku Baduy yang dipusatkan di Binong Raya, Desa Keboncau, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (26/9/2023).
David menerangkan, kolaborasi BPJS dengan berbagai pihak untuk memberi kepastian layanan kesehatan bagi Suku Baduy tidak hanya tentang memberikan akses, tetapi juga tentang memberikan pemahaman yang kuat mengenai pentingnya kesehatan dan perlindungan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Suku Baduy adalah contoh nyata bahwa dengan pendekatan yang benar dan pemahaman yang kuat, bahkan komunitas yang terpencil pun dapat didaftarkan bergabung dalam program JKN,” kata David.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kementerian Kesehatan, Bayu Teja Muliawan menyebut, dari 9.297 penduduk Baduy, 4.602 jiwa diantaranya sudah menjadi peserta JKN. Mereka terbagi dalam dua kategori, 4.005 jiwa terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, dan 597 jiwa lainnya tardaftar sebagai PBI APBD.
“Secara keseluruhan secara bertahap dapat diusulkan dan didaftar sebagai peserta JKN agar masyarakat Baduy mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa adanya hambatan secara finansial. Jadi diharapkan masyarakat Baduy bisa mendapatkan akses baik itu pelayanan kesehatan primer maupun pelayanan kesehatan rujukan, tanpa adanya hambatan-hambatan masalah ekonomi,” ucap dia.
Baca juga:
Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri
Bayu menambahkan, motivasi masyarakat Suku Baduy untuk menjadi bagian dari Program JKN salah satunya dipicu oleh seorang warga Suku Baduy yang berhasil sembuh dari penyakit lumpuh setelah mengakses pelayanan kesehatan. Ini menunjukkan bahwa dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dapat mengubah mindset masyarakat.
“Karena itu kepercayaan masyarakat Baduy perlu kita jaga dan kita dukung terus dengan meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di sekeliling wilayah Baduy,” katanya.
Sementara Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija mengaku terbantu dengan adanya bantuan program JKN dari pemerintah. Kini masyarakat Suku Baduy sudah lebih mudah untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Memang masyarakat kami kalau sudah ada BPJS itu manfaatnya besar gitu, ya. Bagi kami masyarakat kami itu merasa dibantu dari pemerintah,” ujarnya.
Meski begitu, Jaro Saija menuturkan bahwa pihaknya masih membutuhkan layanan dan fasilitas kesehatan lainnya. Sebab akses menuju layanan kesehatan dianggap masih terasa jauh. Maka diharapkan pemerintah memberi sarana kesehatan yang lebih menjangkau masyarakat Baduy, tanpa melanggar aturan adat yang ditetapkan.
“Harapan kami, tempat ini (Binong Raya, red) dapat dilengkapi sarana dan fasilitas kesehatan, terutama yang berkaitan dengan BPJS ini. Karena untuk masyarakat Baduy Dalam kan tidak boleh diakses mobil,” ucap Jaro Saija.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....