Mudahkan Layanan Kesehatan di Baduy, Dompet Dhuafa Terjunkan Bidan Untuk Negeri
- 02 Nov 2022 19:02 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Lembaga filantropi, Dompet Dhuafa menerjunkan tenaga kesehatan untuk memberi pelayanan kesehatan bagi Suku Baduy di Kabupaten Lebak, Banten. Hal ini sejalan dengan program Bidan Untuk Negeri (BUN) yang digagas Dompet Dhuafa.
Program Bidan Untuk Negeri ini turut menggandeng PT. Kimia Farma Tbk, bersama sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang tinggal di pelosok.
Bidan Untuk Negeri merupakan upaya memudahkan masyarakat Baduy khususnya yang tinggal di Desa Kanekes dan Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar dalam menjangkau akses kesehatan.
Apalagi program ini juga membawa misi menurunkan angka stunting, yang mana berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi balita yang mengalami stunting di Indonesia sebanyak 24,4% pada 2021.
Angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO) yaitu 20%. Oleh karenanya pemerintah mendorong keterlibatan semua pihak dalam percepatan pencegahan stunting agar prevalensi turun hingga 14% pada 2024.
Senior Officer Promosi Kesehatan Dompet Dhuafa, Sifing Lestari menerangkan, tujuan dari Bidan Untuk Negeri salah satunya untuk meningkatkan akses layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah-wilayah terpencil atau terluar dan wilayah yang direkomendasikan oleh Puskesmas serta pemerintah.
“Sebetulnya, sasarannya adalah mendekatkan akses dan upaya-upaya untuk penurunan dan pencegahan stunting. Supaya generasi kita ke depan, 2024-2045 menjadi generasi penerus yang sudah kita siapkan sejak dini,” tutur Lestari saat peresmian BUN di Desa Kanekes, Senin (31/10/2022) kemarin.
Kepala Puskesmas Cisimeut, Dede Herdiansyah menyampaikan terima kasih kepada Dompet Dhuafa yang telah memberikan kesempatan untuk bisa berkolaborasi dalam pelayanan kesehatan di masyarakat, yang akan berlangsung di Desa Kanekes, Suku Baduy.
“Alhamdulillah dengan adanya program Bidan Untuk Negeri ini bisa mendekatkan akses, karena memang dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, angka kematian ibu itu sebetulnya bisa kita cegah, hanya karena adanya keterlambatan ketika penanganannya, hal itu masih terjadi sampai saat ini. Semoga BUN ini menjadi salah satu upaya kita untuk bisa mencegah adanya kematian ibu,” harap Dede.
Perwakilan Kecamatan Leuwidamar, Tarkim menjelaskan luas kawasan Baduy sepertiga dari luas Kecamatan Leuwidamar yang mencapai 11.112,60 hektar. Ia pun menerangkan ada 2 puskesmas di wilayah ini, yaitu Puskesmas Cisimeut dan Puskesmas Kanekes.
“Suku Baduy itu bukan suku yang terasing, tapi suku yang mengasingkan diri. Tentu saja ketika kita masuk ke Baduy, terutama untuk orang yang masih baru itu sangat sulit, maka perlu ada kolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pemerintahan setempat, Pak Jaro, RT, RW, Puskesmas," terangnya.
"Dalam melangsungkan program ini harus dikerjakan bersama-sama, atau kerja bareng oleh semua stakeholder, dan kami sangat mengapresiasi serta mendukung program yang digagas oleh Dompet Dhuafa ini,” sambung Tarkim.
Senada diutarakan Staff Kesehatan Keluarga dan Gizi Masyarakat, Dinkes Lebak, Yunita Fitriana menuturkan perlu ada peningkatan kolaborasi atau koordinasi lintas sektor terkait dengan program, kegiatan dan data pendukung dalam pelaksanaan aksi konvergensi intervensi penurunan stunting di Kabupaten Lebak.
“Peran Camat dan Kepala Desa agar lebih dioptimalkan dalam memantau dan mengintervensi pencegahan dan penanganan kasus stunting di wilayahnya. Perlu didorong agar semakin tumbuhnya inovasi-inovasi dalam upaya pencegahan dan penurunan sunting,” papar Yunita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....