Generasi Muda Bisa Usulkan Kosakata ke KBBI
- 30 Agt 2026 10:17 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Generasi muda memiliki kesempatan untuk berkontribusi memperkaya bahasa Indonesia dengan mengusulkan kosakata yang berkembang di masyarakat untuk masuk ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Nurul Lia Rosito Iswan, mengatakan KBBI daring kini tidak hanya dapat digunakan untuk mencari arti dan informasi sebuah kata, tetapi juga menyediakan fitur bagi masyarakat untuk mengusulkan kosakata.
“Teman-teman bisa mengusulkan kosakata yang memang dirasa menarik, seperti kosakata bahasa daerah maupun bahasa asing yang sudah sering digunakan oleh masyarakat,” ujar Nurul kepada RRI, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Menurut Nurul, terdapat sejumlah hal yang perlu diperhatikan masyarakat sebelum mengusulkan sebuah kosakata. Salah satunya, konsep dari kata yang akan diusulkan belum terdapat dalam KBBI. Masyarakat juga perlu memperhatikan penggunaan kata tersebut di tengah masyarakat serta makna atau konotasinya.
Untuk kosakata bahasa daerah, ia mendorong masyarakat mengusulkan istilah yang memiliki kekhasan daerah, terutama kosakata yang berkaitan dengan makanan tradisional, kesenian, kebudayaan, maupun tradisi yang belum terdapat dalam KBBI.
“Kalau bisa memang kosakatanya khas dari Banten dan konsepnya belum ada di daerah lain. Itu potensinya lebih tinggi untuk diterima,” ujarnya.
Nurul menjelaskan, kosakata yang sering digunakan masyarakat, termasuk istilah yang sedang populer atau viral, juga dapat dicoba untuk diusulkan. Namun, kata yang viral tidak otomatis diterima karena setiap usulan tetap harus melalui proses verifikasi dan validasi.
“Enggak apa-apa untuk teman-teman yang mau mencoba mengusulkan kata-kata viral. Tapi belum tentu semuanya masuk KBBI karena pertimbangannya banyak,” katanya.
Cara Mengusulkan Kosakata ke KBBI
Masyarakat yang ingin mengusulkan kosakata dapat mengakses laman resmi KBBI daring di kbbi.kemendikdasmen.go.id. Langkah pertama adalah membuat akun pada laman tersebut, kemudian mencari terlebih dahulu kata yang ingin diusulkan untuk memastikan kata tersebut belum tercantum dalam KBBI.
Jika kata belum ditemukan, pengguna dapat memilih fitur “Tambahkan Kosakata”. Selanjutnya, pengusul diminta melengkapi informasi mengenai kata tersebut, di antaranya istilah atau lema, definisi, kelas kata, serta contoh penggunaannya dalam kalimat.
Pengusul juga dapat mencantumkan sumber penggunaan kosakata, misalnya berasal dari penggunaan sehari-hari, buku, artikel, atau sumber lainnya. Data tersebut dibutuhkan untuk membantu proses verifikasi.
Setelah usulan dikirim, kosakata tidak langsung masuk ke dalam KBBI. Usulan akan ditinjau oleh validator atau verifikator. Apabila masih terdapat informasi yang perlu dilengkapi, usulan dapat dikembalikan kepada pengusul untuk diperbaiki.
“Misalnya definisinya kurang lengkap atau contoh kalimatnya perlu lebih spesifik. Jadi harus jelas konteks dan maknanya sebelum kata itu benar-benar masuk ke KBBI,” ucap Nurul.
Ia menambahkan, proses pengusulan hingga sebuah kosakata dinyatakan berterima membutuhkan waktu dan melalui tahapan yang cukup panjang. Karena itu, masyarakat tidak perlu berkecil hati apabila kata yang diusulkan belum langsung diterima.
Nurul juga mendorong generasi muda tidak hanya menjadi pengusul, tetapi turut menjadi pengguna aktif KBBI dan ikut menyosialisasikan penggunaannya melalui media sosial.
“Yang pertama mungkin KBBI-nya digunakan. Kedua, jika sudah digunakan, boleh mengusulkan kosakata. Ketiga, ikut membantu menyosialisasikan kamus bahasa Indonesia ini untuk digunakan,” katanya.
Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan generasi muda untuk membuat konten kreatif mengenai bahasa Indonesia maupun bahasa daerah sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan KBBI.
Ia berharap keterlibatan generasi muda dapat membantu memperkaya bahasa Indonesia sekaligus menjaga keberadaan bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....