Kosakata Daerah Banten Kian Terlupakan, Warisan Budaya Terancam Hilang
- 18 Jun 2026 06:58 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kosakata daerah di Provinsi Banten kian jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut tidak hanya membuat sejumlah kata tradisional mulai terlupakan, tetapi juga mengancam hilangnya pengetahuan dan warisan budaya yang terkandung di dalamnya jika tidak segera dilestarikan.
Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Annisa Maghfirani Ramadhan, mengatakan kosakata yang terlupakan merupakan kata-kata yang dahulu digunakan masyarakat, namun kini hanya dikenal oleh sebagian kecil orang, bahkan banyak yang sudah tidak mengenalnya lagi. Menurutnya, setiap kosakata menyimpan pengetahuan dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun sehingga hilangnya sebuah kata berarti turut menghilangkan jejak sejarah masyarakat.
"Kalau misalnya kosakata yang hilang ini bukan cuma hanya kata-kata saja yang jarang didengar, tapi juga pengetahuan dan juga warisan budaya di dalamnya. Jadi kalau tidak ada kosakata itu, ya sudah menghilang pengetahuan tentang masa lalu," ujarnya. Rabu, 17 Juni 2026.
Annisa menjelaskan, perubahan pola penggunaan bahasa menjadi salah satu penyebab utama semakin hilangnya kosakata daerah. Generasi muda kini lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia dalam komunikasi sehari-hari, sehingga bahasa daerah semakin jarang dipakai.
Meski perkembangan bahasa gaul dan media sosial menjadi bagian dari dinamika bahasa yang tidak bisa dihindari, Annisa menilai kondisi itu juga berdampak pada semakin berkurangnya penggunaan bahasa daerah di kalangan generasi muda. Jika tidak diwariskan kepada generasi berikutnya, bukan hanya kosakatanya yang hilang, tetapi bahasa daerah itu sendiri berpotensi mengalami kepunahan.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap menggunakan dan melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya Banten. Menurutnya, bahasa daerah merupakan cerminan pengetahuan serta sejarah masyarakat yang harus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....