Duta Bahasa Banten Dorong Generasi Muda Bertutur Santun

  • 11 Agt 2026 08:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Duta Bahasa Provinsi Banten 2026 mengajak generasi muda membangun kebiasaan bertutur yang santun sebagai bagian dari pembentukan karakter. Penggunaan bahasa dinilai bukan sekadar cara menyampaikan pesan, tetapi juga dapat mencerminkan identitas dan sikap seseorang dalam berinteraksi.

Putra dan Putri Terbaik Duta Bahasa Provinsi Banten 2026, Christian Farold Purba dan Valerina Gresa Tening menilai, kebiasaan menggunakan ujaran yang baik perlu terus dibangun, terutama di tengah tingginya interaksi generasi muda melalui media sosial.

Christian Farold Purba mengatakan, cara seseorang memilih kata dapat menggambarkan karakter yang dibawanya dalam kehidupan sehari-hari. “Etika berkomunikasi itu merupakan cerminan identitas diri. Jadi cara orang memilih diksi, memilih kata-kata yang digunakan itu sangat mencerminkan karakter yang mereka bawakan,” kata Farold, Minggu, 9 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, perubahan kebiasaan berbahasa memang tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, penggunaan ujaran positif secara berulang dapat membantu membangun kebiasaan baru hingga perlahan memengaruhi cara seseorang memandang perilakunya sendiri.

Menurut Farold, proses tersebut membutuhkan stimulasi secara terus-menerus sekaligus komitmen dari generasi muda untuk mengubah kebiasaan yang selama ini telah dianggap wajar.

Sementara Valerina Gresa Tening melihat, media sosial sebagai salah satu ruang yang potensial untuk menciptakan tren baru dalam penggunaan bahasa. Menurutnya, penggunaan bahasa yang lebih santun tidak harus mengurangi daya tarik sebuah konten.

“Dengan adanya normalisasi baru ini kita bisa menciptakan tren baru juga. Anak-anak muda zaman sekarang itu FOMO, jadi ketika kita membuat tren baru yang justru lebih positif dan bisa mengajak anak-anak atau remaja untuk bertutur lebih santun, itu akan menjadikan tren baru di kalangan anak muda Indonesia,” kata Vale.

Ia menilai kreativitas sebuah konten tidak semata-mata ditentukan oleh penggunaan bahasa gaul atau kasar. Isi dan cara penyampaian tetap menjadi faktor penting dalam menarik perhatian audiens.

Duta Bahasa Banten juga mengingatkan generasi muda agar tidak melupakan bahasa Indonesia dan bahasa daerah di tengah kemampuan menguasai bahasa asing. “Bahasa sendiri adalah jendela dunia. Bagaimana cara kita untuk bisa memahami orang lain dan juga dipahami oleh orang lain,” ujar Vale.

Melalui kampanye “Tutur”, Duta Bahasa Banten berharap kebiasaan menggunakan bahasa yang tertib, unggul, dan ramah dapat menjadi bagian dari budaya komunikasi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....