Inventarisasi Kosakata Daerah Jadi Upaya Jaga Warisan Budaya Banten

  • 18 Jun 2026 07:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kantor Bahasa Provinsi Banten terus menginventarisasi kosakata bahasa daerah sebagai upaya memperkaya Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hingga kini, ribuan kosakata dari berbagai bidang kehidupan masyarakat Banten telah dihimpun, meski hanya sebagian kecil yang berhasil melalui proses seleksi untuk masuk ke dalam KBBI.

Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Annisa Maghfirani Ramadhan, mengatakan pengumpulan kosakata dilakukan secara bertahap setiap tahun dengan memilih bidang-bidang yang dinilai masih minim representasi di KBBI. Menurutnya, tujuan utama kegiatan tersebut adalah memperkaya kosakata bahasa Indonesia melalui dokumentasi bahasa daerah.

Annisa menjelaskan, proses inventarisasi diawali dengan studi pustaka dan pemetaan bidang yang akan diteliti. Setelah itu, tim berkoordinasi dengan narasumber daerah sebelum turun langsung ke lapangan untuk mewawancarai informan mengenai kosakata yang masih digunakan di masyarakat.

Ia menyebut dalam lima tahun terakhir jumlah kosakata yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 3.000 entri dari berbagai bidang. “Kalau dari kantor bahasa itu yang total kita kumpulkan mungkin sudah ribuan. Tapi untuk yang masuk atau terproses di KBBI itu sangat sulit. Kami himpun dulu, kemudian dipilah mana yang sudah layak diproses ke KBBI,” ujarnya, Rabu, 20 Juni 2026.

Menurut Annisa, inventarisasi tersebut juga menghadapi tantangan karena sebagian besar informan yang masih menguasai kosakata daerah berasal dari kalangan lanjut usia. Generasi muda dinilai semakin jarang menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari sehingga proses penggalian data menjadi semakin sulit dari tahun ke tahun.

Ia menambahkan, bidang-bidang yang diinventarisasi meliputi arsitektur, kemaritiman, pertanian, teknologi pengetahuan tradisional, kesenian, hingga pengobatan tradisional. Pemilihan bidang tersebut didasarkan pada potensi kosakata yang dapat memperkaya bahasa Indonesia sekaligus mendokumentasikan warisan budaya masyarakat Banten.

Annisa berharap upaya inventarisasi dapat menjadi langkah menjaga identitas budaya daerah. Menurutnya, hilangnya kosakata bukan hanya berarti hilangnya sebuah kata, tetapi juga menghilangkan pengetahuan dan warisan budaya yang terkandung di dalamnya sehingga perlu didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....