Langkah Sunyi Umi Sholihah Mengabdi Sebagai Bidan

  • 05 Feb 2026 11:33 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pagi di wilayah Dalung selalu diwarnai aktivitas sederhana. Balita datang dengan langkah kecil ke posyandu Griya, sebagian digendong, sebagian lagi dituntun oleh pengasuh atau anggota keluarga. Di tengah suasana itu, Umi Sholihah menjalankan perannya sebagai bidan kelurahan, menyatu dengan denyut kehidupan warga.

Pilihan Umi Sholihah menekuni dunia kebidanan berawal dari dorongan hati. Tidak ada rencana besar di awal, hanya ketertarikan yang tumbuh perlahan. 

Dorongan itu mengantarkannya menyelesaikan pendidikan kebidanan pada 2012. Tahun tersebut menjadi awal perjalanan profesionalnya. Umi merantau dan sempat bekerja di Rumah Sakit Bedah Benggala selama sekitar satu bulan. Pengalaman itu kemudian berlanjut ke Rumah Sakit Puri Garcia, tempat ia mengabdi sejak Januari 2013 hingga 2023.

Baca juga: 

Hampir satu dekade, ia menghadapi beragam situasi layanan kesehatan, dari kondisi ringan hingga kasus yang membutuhkan penanganan serius.

Setelah sempat menjalani masa jeda, langkahnya kembali berlanjut melalui pengangkatan CPNS pada 2024. Umi kemudian ditempatkan di Puskesmas Banten Girang dan dipercaya menjalankan tugas sebagai bidan kelurahan Dalung.

Wilayah Dalung memiliki karakter yang beragam. Umi merasakan perbedaan dinamika pelayanan antara kawasan perkampungan dan perumahan. Di lingkungan perkampungan, kehadiran orang tua di posyandu relatif lebih aktif. Sementara di kawasan perumahan seperti Griya Permata Asri, banyak orang tua yang bekerja.

“Kalau di perumahan itu tantangannya, banyak ibu dan bapak yang kerja. Jadi balita yang datang ke posyandu sering dianter sama nenek, saudara, atau pengasuh,” kata Umi, Kamis, 5 Februari 2026.

Baca juga: Asa Remaja Penjual Kresek di Rangkasbitung

Bersama rekan sejawatnya, Umi Sholihah menangani sejumlah posyandu, termasuk Posyandu Griya. Di sana, ia rutin memantau tumbuh kembang balita, mulai dari penimbangan berat badan hingga pemberian vitamin dan imunisasi.

Dalam perjalanannya, suka dan duka menjadi bagian yang tak terpisahkan. Kebahagiaan hadir ketika melihat balita yang sebelumnya bermasalah berat badan mulai menunjukkan perkembangan. Namun, ada pula tantangan ketika menemukan anak dengan pertumbuhan yang tidak sesuai.

“Kadang ada yang kenaikan berat badannya kurang. Itu jadi PR kita, karena harus ditangani, enggak bisa dibiarkan,” ujarnya. Dalam kondisi seperti itu, langkah lanjutan dilakukan dengan mengarahkan keluarga untuk berkonsultasi ke bagian gizi di puskesmas.

Baca juga: Nestapa Warga Munjul: Tergusur Megahnya Proyek Koperasi Desa

Bagi Umi, profesi bidan bukan sekadar rutinitas kerja. Ada nilai pengabdian yang ia rasakan sejak awal memilih jalur kesehatan.

“Di bidang kesehatan itu rasanya lebih banyak pahalanya. Kita tetap cari nafkah, tapi juga ada nilai ibadahnya,” ucapnya.

Di tengah kesibukan, Umi juga kerap mengingatkan orang tua agar tetap memberi perhatian pada kebutuhan anak meski harus bekerja.

“Boleh kerja, tapi usahakan tetap perhatikan anak. Minimal sebelum berangkat kerja, disiapkan makanannya,” katanya.

Baca juga: Kisah Warga Pagelaran Ditengah Dilema Banjir, Bertahan atau Tinggalkan

Ia menilai posyandu sebagai garda terdepan pemantauan kesehatan anak. Penimbangan, vitamin A, obat cacing, hingga imunisasi menjadi rangkaian penting yang saling berkaitan.

“Kalau rutin ke posyandu, semuanya terpantau. Jadi masalah bisa cepat ketahuan,” ujarnya.

Selain kegiatan posyandu, Umi Sholihah juga mendampingi program Makanan Bergizi (MBG) di wilayah Dalung bagi bayi, balita, ibu hamil, dan ibu nifas. Program ini dijalankan secara berkala dengan pendataan yang melibatkan kader dan perangkat wilayah setempat.

Baca juga: Kisah Mahbudin, Guru Bahasa Inggris dengan Segudang Prestasi

Menatap ke depan, Umi memilih untuk fokus menjalani tugas yang ada. Baginya, setiap hari di lapangan adalah proses belajar. Di balik seragam sederhana dan rutinitas yang berulang, perjalanan Umi Sholihah sebagai bidan terus berjalan. Dari panggilan hati, suka duka di lapangan, hingga dedikasi menjaga kesehatan ibu dan anak, pengabdiannya tumbuh bersama masyarakat Dalung, menghadirkan harapan di setiap posyandu yang ia dampingi.

“Dijalani saja dulu. Yang penting bisa bermanfaat buat masyarakat,” ucapnya.

Rekomendasi Berita