Pemanfaatan Internet Dorong Kemandirian Desa Bandung

  • 11 Jul 2025 15:24 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Transformasi digital di pedesaan tak lagi sekadar wacana. Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, membuktikan internet mampu menjadi solusi nyata mengatasi keterbatasan wilayah.

Hal itu terungkap dalam Dialog Pagi RRI Banten, Jumat (11/7/2025), bersama Kepala Desa Bandung, Wahyu Kusnadiharja. Wahyu menjelaskan, sejak dilantik pada 2021, salah satu tantangan besar di wilayahnya adalah keterbatasan jaringan internet.

“Tahun 2022 kami lakukan musyawarah desa. Hasilnya muncul gagasan mendirikan unit usaha internet perdesaan melalui Bumdes,” katanya.

Baca juga: Desa Bandung Jadi Desa Digital Kedua di Pandeglang

Kini, hampir seluruh wilayah desa seluas 129 hektare telah terjangkau jaringan internet stabil dengan tarif terjangkau, hanya Rp2.000 per akses.

Bumdes Bandung menjadi pelopor dalam menyediakan 261 titik Wi-Fi yang tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga membuka peluang usaha digital, edukasi online, hingga layanan keuangan berbasis digital.

“Masyarakat bisa bertransaksi digital, bahkan belajar membuat marketplace sendiri,” ujar Wahyu.

Manfaat internet desa turut dirasakan oleh berbagai sektor. Produk-produk lokal seperti ikan masinonya kini menembus pasar Vietnam, kopi liar mulai dipromosikan ke Eropa dan Jepang, hingga pengembangan wisata edukasi yang bersiap mendatangkan wisatawan mancanegara. Bumdes juga menjalin kerja sama dengan akademisi untuk meningkatkan literasi digital masyarakat.

Baca juga: Mendes Yandri Tertarik dengan Konsep Wisata Desa Bandung

Selain membuka akses digital, internet desa menjadi fondasi program-program pemberdayaan ekonomi. Bumdes melibatkan lebih dari 200 warga dalam kegiatan usaha, termasuk budidaya ikan, anyaman pandan, penjualan pupuk, hingga jasa perbankan digital.

Wahyu optimis, kehadiran internet perdesaan akan mengantarkan Desa Bandung menjadi desa digital mandiri. “Kami targetkan dalam tiga tahun ke depan, produk desa sudah mendatangkan devisa, bukan sekadar rupiah,” katanya. (Shanadu Putra Nugraha).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....