KTNA Jadi Penggerak Ketahanan Pangan Desa Lebak

  • 24 Mei 2026 22:40 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Kontak Tani Andalan (KTNA) dinilai memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanian di Kabupaten Lebak. Organisasi petani tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah.

Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong penguatan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Pertanian masih menjadi sektor utama penopang ekonomi masyarakat di wilayah tersebut

Keberadaan KTNA dianggap strategis karena mampu menghimpun para petani dalam satu wadah pembinaan dan pengembangan usaha tani. Dengan demikian, program pertanian dapat berjalan lebih terarah.

Selain mendukung peningkatan produksi pangan, KTNA juga dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan daerah. Pemerintah berharap kelompok tani dapat terus aktif mendukung program pembangunan pertanian.

Pemerintah daerah menilai stabilitas produksi pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, sinergi seluruh pihak sangat dibutuhkan. Berbagai program ketahanan pangan diharapkan dapat berjalan optimal melalui kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah daerah meminta seluruh instansi terkait memperkuat koordinasi. Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi diminta bersinergi dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat desa.

Langkah tersebut dilakukan agar seluruh program pemerintah berjalan terarah dan berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat merasakan manfaat program secara langsung.

Pemerintah Kabupaten Lebak ingin menciptakan desa yang semakin mandiri dalam berbagai sektor ekonomi. Kemandirian desa dianggap penting dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Pemerintah juga menekankan pentingnya keterjangkauan program bagi masyarakat desa. Setiap program harus mudah diakses dan dirasakan manfaatnya.

Aksesibilitas terhadap kebutuhan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan sehari-hari.

Ketersediaan pasokan pangan juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga di pasaran. Pemerintah daerah terus berupaya menjaga distribusi pangan tetap lancar.

Bupati Lebak bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah pengendalian inflasi. Stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi prioritas utama pemerintah.

Komoditas seperti beras, telur, daging, cabai merah, dan cabai setan disebut menjadi faktor penentu inflasi di Kabupaten Lebak. Tingginya permintaan kerap memicu kenaikan harga di pasar.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat program ketahanan pangan berbasis desa. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Lebak, Rahmat, mengatakan peran KTNA sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. “KTNA menjadi motor penggerak sektor pertanian di Kabupaten Lebak karena para petani memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah,” kata Rahmat, di Rangkasbitung, Minggu, 24 Mei 2026.

Menurut Rahmat, sinergi antarinstansi sangat dibutuhkan agar seluruh program pemerintah dapat berjalan optimal. Kolaborasi lintas sektor diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Ia menegaskan pemerintah daerah ingin menciptakan desa yang semakin mandiri dan kuat secara ekonomi. Dengan demikian, masyarakat desa dapat berkembang lebih baik. “Kami ingin desa semakin mandiri karena harus ada jaminan keterjangkauan program, jaminan aksesibilitas, dan jaminan ketersediaan pasokan bagi masyarakat,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan bahwa ketiga faktor tersebut menjadi penentu stabilitas ekonomi daerah, termasuk dalam pengendalian inflasi di Kabupaten Lebak. Menurut dia, pemerintah daerah bersama TPID terus berupaya menjaga inflasi agar tetap terkendali.

Targetnya, inflasi Kabupaten Lebak minimal sama dengan inflasi Provinsi Banten atau di bawah inflasi nasional. Rahmat juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk bersinergi mendukung program ketahanan pangan.

Dukungan seluruh pihak dianggap sangat penting. Ia berharap kebutuhan dasar masyarakat desa dapat terpenuhi dengan baik melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan pertanian yang dijalankan pemerintah.

“Kami berharap seluruh unsur pemerintahan desa bersama masyarakat dapat bekerja sama menjaga ketahanan pangan dan memperkuat perekonomian desa,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....