Perpustakaan Jagaraksa Jadi Ruang Dialog Kegelisahan Petani
- 15 Jun 2026 22:25 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Petani dari Desa Pasir Peuteuy, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, menghadiri kegiatan bertajuk Agraria Bukan Maritim yang digelar di Perpustakaan Jagaraksa Lembur Kula, kaki Gunung Karang, Sabtu, 13 Juni 2026 lalu. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog terbuka bagi masyarakat untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian.
Dalam sesi talk show yang dipandu Nurul Ulfah Badarzaman, para petani menyampaikan sejumlah persoalan yang selama ini mereka hadapi. Mulai dari sulitnya memperoleh bibit unggul, rendahnya harga jual hasil panen akibat mekanisme pasar yang dinilai tidak berpihak kepada petani, hingga minimnya minat generasi muda untuk melanjutkan profesi sebagai petani.
Menanggapi berbagai keluhan tersebut, sosiopreneur Misbah menekankan pentingnya kolaborasi antara petani, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih berkeadilan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi petani dalam upaya meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan mereka.
"Hari ini, di Perpustakaan Jagaraksa, mari untuk tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Menolak pasrah pada ketidaksejahteraan adalah solusi kolektif kita. Mari berkolaborasi, satukan kekuatan petani dan anak muda, lalu bangun masa depan dari tanah kita sendiri," ujar Misbah.
Sementara Wakil 2 Duta Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Banten 2025, Nayla Zahroe Azharinie, menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam meningkatkan nilai tambah produk pertanian. Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dan penguatan branding produk lokal dapat membantu meningkatkan daya saing sekaligus nilai jual komoditas pertanian di pasaran.
Pustakawan Perpustakaan Jagaraksa, Aip mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya perpustakaan dalam menjawab berbagai kegelisahan yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, konsep yang diusung dikenal sebagai RIAK Perpustakaan Jagaraksa atau Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan, yakni menghadirkan narasumber yang kompeten ketika koleksi buku yang tersedia belum mampu memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
"Ini usaha maksimal Perpustakaan Jagaraksa. Saya menyebutnya RIAK, Ruang Inspirasi Atas Kegelisahan. Sudah lama petani memiliki kegelisahan, tetapi buku-buku yang kami sediakan belum mampu menjawab seluruh persoalan yang mereka hadapi. Karena itu kami menghadirkan para narasumber agar petani mendapatkan pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi dan tantangan yang mereka hadapi," kata Aip kepada RRI, Senin, 15 Juni 2026.
Ia menambahkan, konsep tersebut akan terus dikembangkan untuk berbagai isu lain yang muncul di masyarakat. Jika terdapat persoalan yang tidak dapat terjawab melalui koleksi perpustakaan, pihaknya akan kembali menggelar forum serupa dengan menghadirkan para ahli sesuai bidangnya agar perpustakaan dapat berfungsi sebagai pusat pembelajaran sekaligus ruang pemecahan masalah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....