Dapur SPPG Jiput Manjakan Lidah Siswa Pandeglang
- 15 Jun 2026 23:18 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Bakti Jiput di Desa Pamarayan, Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang menerapkan standardisasi kuliner hotel dalam mengolah menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah profesional ini diambil untuk memastikan kualitas rasa dan ketercukupan nutrisi harian bagi ribuan siswa sekolah di wilayah tersebut.
Kepala Dapur SPPG Karya Bakti Jiput, Irfi Maulana menuturkan, unit kerjanya kini telah melayani penyaluran makanan sehat bagi 3.240 anak penerima manfaat. Operasional dapur umum yang berjalan konsisten sejak delapan Januari 2026 ini membagi aktivitas memasak ke dalam tiga sif berkala demi menjaga kesegaran komoditas pangan.
"Penyaluran MBG sendiri Alhamdulillah kami sudah menyalurkan sekiranya itu 3.240 anak penerima manfaat sejak operasional tanggal 8 Januari 2026, memasak itu kami bagi 3 shift mulai pukul 02.00 pagi karena kalau sekaligus langsung proses memasak akan memperburuk kualitas makanan," kata Irfi Maulana, Senin 15 Juni 2026.
Irfi menjelaskan, proses pengolahan bahan masakan di dapur logistik gizi tersebut sudah dimulai sejak dini hari pukul satu untuk tahapan persiapan dan marinasi.
Juru masak SPPG Karya Bakti Jiput, Sapuri menjelaskan, tim koki mengadopsi standar estetika penyajian ala hotel guna memancing selera makan anak-anak, khususnya pada komoditas sayuran.
Formulasi variasi menu makanan dikatakan Sapuri dirancang secara dinamis melalui mekanisme rapat evaluasi berkala bersama tim ahli setiap dua minggu sekali. Manajemen dapur sengaja merekrut tenaga ahli jebolan industri perhotelan agar cita rasa produk konsumsi berstandar tinggi dan tidak monoton.
"Kami start dari pukul 01.00 untuk marinasi, kami mulai masak pukul 02.00-04.00. Pertimbangan kami yang pertama itu penampilan yang harus semaksimal mungkin setelah saya keliling ambil contoh pas dari hotel tempat saya kerja dulu," ujar Sapuri.
Distribusi paket makanan boks ke tiap sekolah pun diatur secara ketat mulai pukul delapan pagi untuk jenjang pendidikan dasar di wilayah Jiput. Jarak tempuh geografis yang cukup jauh menuju beberapa titik penyerahan terjauh diakui sempat memicu keterlambatan pengiriman logistik pada beberapa pekan awal operasional.
Kendala teknis logistik tersebut langsung dijadikan bahan evaluasi internal manajemen guna membenahi sistem ketepatan waktu pengiriman barang. Untuk jenjang pendidikan menengah atas, kurir menjadwalkan ketibaan kotak makanan tepat pukul sepuluh hingga pukul sebelas siang.
Langkah ini mendapat respons positif dari sekolah seiring tingginya angka kebersihan piring atau boks makanan yang dikonsumsi habis oleh para murid. Pihak pengelola dapur merasa puas karena hasil olahan pangan mereka dapat diterima dengan baik oleh kelompok sasaran.
Kepala SD Negeri Pamarayan 2, Hartati menyatakan, program pemenuhan gizi ini sangat membantu menopang kebutuhan pangan harian muridnya yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera. Menu harian yang bervariasi disebutnya terbukti sukses meningkatkan angka kehadiran siswa di kelas karena banyak anak yang mengandalkan program ini sebagai sarana sarapan.
"Alhamdulillah pendistribusian berjalan lancar, bahkan ada siswa satu orang yang tidak makan nasi dari sejak kecil hanya makan kentang atau roti selalu kami komunikasikan dengan pihak SPPG dan spesial dipisahkan khusus," ujarnya.
Selain menu makanan yang menarik, pihak sekolah pun mengapresiasi fleksibilitas dan keterbukaan komunikasi pengelola SPPG yang bersedia menyediakan menu khusus bagi murid berkebutuhan khusus. Seorang siswa yang memiliki gangguan makan nasi sejak kecil kini difasilitasi dengan menu pengganti karbohidrat berupa olahan kentang atau roti.
Salah satu siswa kelas enam SD Negeri Pamarayan 2, Mitya Kanza, mengaku sangat menyukai cita rasa menu lauk pauk yang disajikan oleh petugas setiap harinya. Anak berusia 12 tahun ini menilai perpaduan rasa sayur jagung, kacang, tempe, dan daging terasa sangat lezat serta tidak membosankan.
"Menunya daging, tempe, sayur, jagung, kacang, enak banget dan saya suka karena setiap hari menunya berbeda-beda," ucap Mitya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....