Penyaluran MBG di Kota Serang Dihentikan Sementara
- 08 Jun 2026 19:22 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Serang dihentikan sementara mulai Senin, 8 Juni 2026. Penghentian terjadi serentak di sejumlah titik layanan yang selama ini menyalurkan makanan bergizi kepada peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Informasi yang diterima penerima manfaat menyebutkan, pengehentian sementara operasional layanan MBG karena sedang mengalami penyesuaian karena proses administrasi. Distribusi makanan akan kembali dilakukan setelah proses tersebut selesai.
Penghentian sementara program strategis Presiden Prabowo Subianto ini, dirasakan oleh penerima manfaat. Salah satunya di Posyandu Griya, Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.
"Terakhir hari Jumat. Setelah itu sudah tidak ada lagi penyaluran," kata Kepala Posyandu Griya, Eva, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Eva, informasi yang diterimanya hanya menyebutkan penghentian sementara operasional. Belum ada keterangan mengenai kapan distribusi akan kembali berjalan.
| Baca juga: Cakupan MBG di Kota Serang Capai 82 Persen |
"Cuma disampaikan sementara tidak beroperasi. Mungkin ada perbaikan, tapi tidak dijelaskan lebih lanjut," ujarnya.
Di Posyandu Griya, program MBG menyasar 33 penerima manfaat yang terdiri atas 24 balita, 1 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui. Informasi penghentian sementara tersebut telah disampaikan kepada seluruh penerima manfaat melalui grup komunikasi warga.
"Saya langsung informasikan ke grup. Sampai sekarang belum ada yang komplain," katanya.
Sementara Asisten Daerah II Kota Serang yang juga Wakil Ketua Satgas SPPG Kota Serang, Yudi Suryadi mengaku, belum menerima pemberitahuan resmi terkait penghentian operasional yang terjadi serentak di sejumlah SPPG.
"Sampai hari ini saya belum mendapatkan informasi terkait penutupan atau penghentian itu. Kami masih melakukan komunikasi dan koordinasi untuk mencari informasi yang sebenarnya," ujarnya.
Ia mengatakan, hingga kini Satgas Kota Serang masih berupaya mengonfirmasi informasi tersebut kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan di tingkat provinsi maupun pusat.
"Belum ada informasi sampai kapan. Kami masih melakukan komunikasi dengan pihak yang berwenang," katanya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan kaitan penghentian sementara MBG dengan pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), Yudi mengaku belum memperoleh informasi resmi. Namun, dia menilai setiap pergantian pimpinan umumnya membutuhkan proses penyesuaian dan penyelesaian pekerjaan yang sedang berjalan.
"Kalau melihat dari pergantian pimpinan, tentu harus ada proses penyesuaian. Pekerjaan yang sudah dilakukan dan yang belum dilakukan perlu disampaikan agar menjadi dasar bagi pimpinan berikutnya," ujarnya.
Meski distribusi MBG dihentikan sementara, pembinaan terhadap sumber daya manusia pendukung program tetap berjalan. Saat ini terdapat 47 penjamah makanan yang masih mengikuti pembinaan sebagai bagian dari persyaratan operasional layanan.
Satgas bersama sejumlah organisasi perangkat daerah juga masih melakukan pendampingan terkait keamanan pangan, kesehatan, lingkungan, perizinan, hingga sertifikasi halal bagi penyelenggara program.
Berdasarkan data terakhir, ada 95 SPPG telah beroperasi di Kota Serang. Beberapa titik lainnya masih berada dalam tahap pembangunan maupun penyelesaian persyaratan operasional.
RRI juga melakukan penelusuran ke sejumlah SPPG di Kota Serang di berbagai lokasi. Aktivitas operasional tidak terlihat seperti biasanya. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pengelola SPPG yang didatangi belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan terkait penghentian sementara penyaluran MBG.
Pemerintah Kota Serang kini menunggu informasi resmi dari pihak terkait mengenai jadwal normalisasi distribusi MBG setelah proses administrasi selesai dilakukan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....