Pemko Banjarmasin Desak OPD Jadikan Data Akurat Sebagai Dasar Kebijakan

  • 07 Okt 2026 15:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong penggunaan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar dalam menentukan kebijakan dan program pembangunan. Langkah tersebut dinilai penting agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dorongan itu disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda saat mewakili Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR dalam Sosialisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral. Bertema Optimalisasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral dalam Mendukung Pembangunan Berbasis Data di Aula Kayuh Baimbai, Rabu 7 Oktober 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Ananda menyampaikan pesan Wali Kota agar terjadi perubahan cara pandang dalam pengelolaan data di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. “Kita harus mengubah cara pandang. Dari data untuk laporan menjadi data untuk keputusan,” kata Wali Kota yang disampaikan Ananda.

Menurut Pemko Banjarmasin, data tidak semestinya hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan pelaporan. Data harus mampu membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan, menentukan prioritas, menetapkan sasaran program, hingga mengevaluasi hasil pembangunan.

Data di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, infrastruktur, lingkungan, pelayanan publik hingga ketenagakerjaan diharapkan dapat menggambarkan kondisi masyarakat secara aktual. Dengan data yang akurat, pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi, wilayah yang membutuhkan perhatian, serta menentukan bentuk intervensi yang sesuai.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banjarmasin, Febpry Ghara Utama, mengatakan setiap data yang dikumpulkan perangkat daerah harus memiliki tujuan dan manfaat yang jelas. “Data itu tidak berhenti pada pengumpulan. Data harus dilihat fungsinya untuk apa, kemudian dianalisis sehingga dapat menjadi bahan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyelenggaraan statistik sektoral bukan hanya menjadi tanggung jawab Diskominfotik. Setiap perangkat daerah memiliki peran dalam menghasilkan sekaligus memanfaatkan data sesuai tugas dan bidang masing-masing.

Penguatan tata kelola data juga diarahkan pada optimalisasi portal data pemerintah daerah. Melalui pengelolaan yang lebih terintegrasi, perangkat daerah diharapkan menggunakan data yang sama dalam menyusun perencanaan, penganggaran, pelaksanaan program hingga evaluasi.

Dengan demikian, data dapat digunakan untuk menjawab kebutuhan pembangunan secara lebih konkret. Mulai dari persoalan yang paling mendesak, kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi, lokasi yang menjadi prioritas hingga efektivitas program yang telah dijalankan.

Pemanfaatan data juga diperkuat melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan generasi muda. Dalam Banjarmasin Datathon 2026, peserta mengolah data untuk menghasilkan analisis terkait sejumlah persoalan perkotaan.

Juara I diraih Febria Sera Darnefi dari Universitas Sari Mulia melalui kajian pemanfaatan Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi motif sasirangan dan pemodelan spasial sentra IKM. Juara II diraih Muhammad Rizky Aditya dari Universitas Lambung Mangkurat melalui analisis klaster beban penyakit dan sumber daya pelayanan kesehatan puskesmas.

“Sementara juara III diraih Muhammad Fadillah dari Universitas Lambung Mangkurat. Melalui pemetaan ketimpangan pelayanan persampahan,” ucapnya.

Selain itu, Banjarmasin Smart City Ideathon 2026 turut menghasilkan sejumlah inovasi berbasis data dan teknologi. Tim “Geo-Sinfra Gogo” dari Politeknik Negeri Banjarmasin mengembangkan sistem informasi geografis untuk pemetaan infrastruktur permukiman menggunakan CNN dan Decision Tree.

Tim “Gawi Sabumi Tech” dari Universitas Lambung Mangkurat mengembangkan “SAMBAT”, sistem agen masyarakat berbasis AI social listening dan normalisasi Bahasa Banjar untuk mendukung smart governance. Sementara Tim “Buhan Amawang” dari Politeknik Negeri Banjarmasin mengembangkan “Banua Simpun”, digitalisasi bank sampah dan aksi bersih sungai berbasis gamifikasi.

Pemko Banjarmasin menilai berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa data dapat diolah menjadi informasi yang lebih spesifik dan kemudian dimanfaatkan untuk mendukung penyelesaian persoalan masyarakat. Namun, pemanfaatan data membutuhkan kualitas informasi yang konsisten.

Karena itu, penguatan statistik sektoral diarahkan pada peningkatan kualitas data, koordinasi antarperangkat daerah, standardisasi pengelolaan, pemanfaatan teknologi serta peningkatan kemampuan aparatur dalam menganalisis data. Dengan pendekatan tersebut, data diharapkan digunakan sejak proses mengenali masalah, menentukan prioritas, menyusun program dan anggaran, menjalankan intervensi hingga mengukur hasil pembangunan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....