Perluas Akses Sanitasi, Pemko Banjarmasin Lanjutkan Pembangunan Toilet
- 04 Okt 2026 10:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Pemko Banjarmasin kembali mengalokasikan anggaran untuk pembangunan toilet dan septic tank individual bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Program tersebut tetap dilanjutkan meski pada pelaksanaan proyek serupa tahun sebelumnya sempat muncul keluhan dari sejumlah penerima manfaat, karena tidak dapat digunakan secara optimal.
Pada APBD Kota Banjarmasin 2026, program pembangunan toilet dan septic tank individual itu mendapat alokasi anggaran sekitar Rp1,2 Miliar. Sebanyak 80 unit toilet akan dibangun bagi warga tidak mampu yang tersebar di sejumlah kelurahan, dengan rata-rata setiap unit mencapai sekitar Rp15,2 juta.
Adapun penerima manfaat tersebar di Kelurahan Basirih Selatan sebanyak 12 orang, Sungai Jingah 11 orang, Kelayan Selatan 13 orang, Kelayan Tengah 17 orang, Teluk Tiram 8 orang, Tanjung Pagar 3 orang, Pekapuran Raya 3 orang, dan Belitung Utara 4 orang. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Banjarmasin, Yusna Irawan, mengatakan seluruh pembiayaan pembangunan toilet dan septic tank berasal dari APBD Kota Banjarmasin 2026, dan masih dalam proses lelang melalui Pokja LPSE.
"Benar di tahun 2026 ini kami ada program perbaikan atau pembuatan toilet individual di beberapa kelurahan dengan anggaran Rp1,2 miliar. Prosesnya saat ini lelang terbuka di Pokja LPSE (Kelompok Kerja Layanan Pengadaan Secara Elektronik," kata Yusna.
Yusna menjelaskan, program tersebut ditujukan bagi masyarakat yang belum memiliki fasilitas toilet di rumah. Selain meningkatkan akses sanitasi, pembangunan fasilitas itu diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang lebih sehat.
"Karena memang ini untuk kepentingan masyarakat. Karena kita ingin memperbaiki toilet masyarakat utamanya mereka yang tidak memiliki toilet, dan agar mereka tidak membuang sanitasi yang kotor itu keluar," ujarnya.
Ia mengakui kebutuhan terhadap fasilitas sanitasi tersebut sebenarnya jauh lebih besar. Berdasarkan hasil pendataan dan survei di lapangan, terdapat ribuan warga yang membutuhkan bantuan pembangunan toilet.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Disperkim hanya mampu mengalokasikan pembangunan sebanyak 80 unit pada tahun ini. " Survei kami di lapangan, masyarakat sangat mendukung hal ini. Tapi karena anggarannya terbatas kami hanya bisa 80 unit dari ribuanlah sebenarnya warga yang membutuhkan," ucapnya.
Yusna memastikan penerima manfaat tidak ditentukan secara sembarangan. Disperkim, kata dia, telah melakukan sejumlah tahapan seleksi untuk menentukan warga yang dinilai memenuhi kriteria.
"Ada beberapa tahapan. Jadi kami seleksi," ujar Yusna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....