Ustaz Asfiani Ajak Pendengar Jadikan Syukur dan Sabar Ladang Kebaikan

  • 07 Okt 2026 12:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ustaz H. Asfiani Norhasani mengajak pendengar menjadikan syukur dan sabar sebagai sikap utama dalam menjalani kehidupan. Menurutnya, dua sikap tersebut dapat membuat berbagai keadaan bernilai kebaikan.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Asfiani dalam siaran Hikmah Subuh RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 5 Oktober 2026. Dalam siaran bersama host Kyan itu, ia menjelaskan bahwa kebahagiaan tidak selalu ditentukan banyaknya harta atau kemudahan hidup.

Ustaz Asfiani menjelaskan, orang beriman dapat memperoleh kebaikan ketika menerima nikmat maupun menghadapi kesulitan. Saat memperoleh kesuksesan dan kesehatan, seseorang dianjurkan bersyukur, sedangkan ketika menghadapi ujian, ia perlu bersabar.

“Jika dia menghadapi nikmat Allah, kemudian dia bersyukur, maka baik baginya. Jika ditimpa musibah lalu dia bersabar, maka baik baginya,” ujar Ustaz Asfiani.

Beliau menilai kebaikan dalam kehidupan tidak hanya diwujudkan melalui ibadah yang bersifat ritual. Menurutnya, rasa syukur atas berbagai nikmat Allah juga merupakan bentuk ibadah yang dapat dilakukan setiap hari.

Ustaz Asfiani juga mengaitkan kesabaran dengan perjuangan memenuhi kebutuhan hidup secara halal. Beliau menjelaskan, bekerja untuk menafkahi keluarga, membantu orang tua, maupun memenuhi kebutuhan diri agar terhindar dari perbuatan haram merupakan bagian dari perjuangan bernilai kebaikan.

Dalam sesi interaksi, pendengar menanyakan cara melatih diri agar lebih mudah bersyukur. Ustaz Asfiani menjelaskan bahwa rasa syukur dapat dimulai dengan menyadari proses panjang di balik nikmat sederhana yang diterima setiap hari.

Beliau mencontohkan secangkir kopi atau teh yang diminum pada pagi hari. Menurutnya, minuman tersebut melalui proses panjang sejak ditanam, dipanen, diolah, hingga akhirnya sampai kepada konsumen.

“Awal syukur itu di sana. Kita bilang alhamdulillah, sungguh nikmat kopi yang setiap hari saya minum,” ucapnya.

Ustaz Asfiani kemudian menjelaskan bahwa kesabaran dan syukur dapat berkembang menuju sikap ridha. Menurutnya, orang yang ridha mampu menerima ketentuan Allah dengan hati lapang, tetap bersabar ketika diuji, dan bersyukur ketika memperoleh kebahagiaan.

Beliau menegaskan, kemampuan mensyukuri nikmat sederhana merupakan bagian penting dalam menjalani kehidupan. Bahkan, tersenyum kepada sesama, menjaga kesehatan, serta memiliki kesempatan beribadah dapat menjadi nikmat yang patut disyukuri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....