Kuliah Subuh: Tiga Sifat yang Dibenci Allah

  • 16 Sep 2026 16:56 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Ustaz H. Fahruzaini mengingatkan umat Islam untuk menjauhi tiga sifat yang dibenci Allah: sombong, menunda taubat, dan zalim.
  • Pesan ini disampaikan dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin pada Rabu, 16 September 2026.
  • Umat Islam disarankan untuk menumbuhkan sikap rendah hati dan memperbanyak ibadah sebagai bentuk perbaikan diri.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ustaz H. Fahruzaini, S.Ag mengingatkan umat Islam untuk menjauhi sejumlah sifat yang dibenci Allah Swt. Hal tersebut disampaikannya dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 16 September 2026.

Ia menyebut tiga sifat tersebut yakni sombong, menunda taubat, dan zalim. Menurutnya, umat Islam perlu menjauhi sifat tersebut serta menumbuhkan sikap rendah hati dan memperbanyak ibadah.

Ustaz H. Fahruzaini mengatakan kesombongan menjadi salah satu sifat yang sangat dibenci Allah Swt. Terlebih jika sifat tersebut dimiliki seseorang yang hidup dalam kekurangan tetapi tetap menyombongkan diri.

“Allah Swt tidak suka orang yang sombong. Allah lebih tidak suka lagi terhadap orang yang miskin namun sombong,” ujarnya.

Selain kesombongan, ia mengingatkan umat Islam agar tidak menunda taubat. Menurutnya, bertambahnya usia seharusnya menjadi momentum untuk segera memperbaiki diri dan kembali menjalankan perintah Allah Swt.

“Mari jadikan taubat adalah kewajiban sebab Allah tidak suka orang yang melambatkan taubat,” ucapnya. “Allah juga lebih tidak suka terhadap orang tua yang tidak taubat.”

Fahruzaini juga menyebut zalim sebagai salah satu perbuatan yang dibenci Allah Swt. Perbuatan tersebut, menurutnya, menjadi semakin berat ketika dilakukan seorang pemimpin terhadap orang yang berada di bawah kekuasaannya.

Sebaliknya, ia mengingatkan adanya sifat yang disukai Allah Swt, yakni tawadu, ibadah, dan qanaah. Ketiga sifat tersebut dinilai semakin utama ketika dimiliki orang kaya, orang muda, maupun mereka yang hidup dalam keterbatasan.

“Sifat tawadu disukai Allah Swt dan lebih Allah sukai lagi tawadhu orang kaya,” ujarnya. “Allah juga suka ibadah seseorang, apalagi orang muda yang ibadah, dan Allah itu menyukai sifat qanaah, terutama pada orang fakir yang qanaah.”

Ustaz H. Fahruzaini mengajak umat Islam menjadikan pembahasan tersebut sebagai bahan introspeksi dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat dapat menghindari sifat yang merusak akhlak dan memperkuat perilaku yang mencerminkan kerendahan hati, ketaatan, serta rasa cukup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....