Krisis Lingkungan Hidup Cermin Kerusakan Moral Manusia
- 06 Okt 2026 13:01 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Krisis lingkungan bukan hanya persoalan ekologis melainkan cerminan perilaku dan moral manusia menurut Ustaz Dr. Ali Muammar ZA.
- Eksploitasi alam secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.
- Al-Qur'an telah memberikan peringatan mengenai dampak perbuatan manusia terhadap kerusakan di darat dan laut sebagai pedoman hidup berkelanjutan.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Krisis dan kerusakan lingkungan dinilai tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekologis, tetapi juga mencerminkan perilaku dan moral manusia. Eksploitasi alam secara berlebihan dinilai dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang seharusnya dijaga bersama.
Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Ustaz Dr. Ali Muammar ZA, M.A., dalam program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 1 Oktober 2026. Menurutnya, Al-Qur’an telah memberikan peringatan mengenai dampak perbuatan manusia terhadap kerusakan di darat dan laut.
“Kerusakan alam yang kita saksikan hari ini pada dasarnya adalah cermin dari krisis moralitas serta keserakahan manusia,” ujar Ali Muammar. “Ketika manusia mengeksploitasi alam tanpa batas, keseimbangan lingkungan akan terganggu dan dampaknya kembali dirasakan oleh kehidupan manusia.”
| Baca juga: Kenali Lima Kunci Keamanan Pangan Keluarga |
Ia menjelaskan berbagai bencana dan kerusakan lingkungan tidak terlepas dari eksploitasi sumber daya secara berlebihan serta berkurangnya kepedulian terhadap kelestarian alam. Menurutnya, lingkungan dapat mengalami ketidakseimbangan ketika sumber daya dimanfaatkan tanpa memperhatikan keberlanjutan.
Sikap tidak peduli terhadap lingkungan juga dinilai menjadi salah satu pemicu degradasi ekologi. Karena itu, manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam dan tidak melakukan tindakan yang merusaknya.
“Ketika manusia kehilangan rasa tanggung jawab sebagai khalifah, maka keseimbangan alam akan terganggu secara masif,” ucap Ali Muammar. “Dampaknya pada akhirnya akan kembali dirasakan oleh manusia sendiri.”
Ia menambahkan krisis ekologi pada akhirnya dapat merugikan kehidupan masyarakat, sehingga upaya pemulihan lingkungan perlu dimulai dari perubahan sikap dan perilaku. Kesadaran ekologis juga perlu dibangun bersamaan dengan penguatan nilai keagamaan dan tanggung jawab moral.
“Pertobatan ekologis dan perbaikan akhlak menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam,” katanya. “Perubahan tersebut perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.”
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan mendukung pemulihan ekosistem. Pesan moral mengenai pelestarian alam juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan demi generasi mendatang. Sinergi antara pemahaman keagamaan dan kepedulian terhadap alam diharapkan dapat mendorong kehidupan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....