Berdamai dengan Diri Membantu Menemukan Kebahagiaan
- 05 Okt 2026 14:47 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Kebahagiaan tidak perlu menunggu pencapaian target tertentu, tetapi dapat ditemukan melalui penerimaan dan perdamaian dengan diri sendiri.
- Menganggap kebahagiaan hanya datang setelah mencapai sesuatu dapat mendorong seseorang untuk terus membandingkan diri dengan orang lain, yang berdampak negatif pada kesejahteraan mental.
- Elsa Kemala, Konselor Puspaga Bauntung Batuah Kota Banjarmasin, menyampaikan pesan ini dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Pro1 Banjarmasin pada 5 Oktober 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebahagiaan tidak selalu harus menunggu seseorang mencapai target tertentu dalam hidup. Menerima dan berdamai dengan diri sendiri dapat menjadi langkah untuk menemukan kebahagiaan di tengah berbagai persoalan.
Hal tersebut disampaikan Konselor Puspaga Bauntung Batuah Kota Banjarmasin, Elsa Kemala, dalam program Pengarusutamaan Gender RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 5 Oktober 2026. Menurutnya, anggapan bahwa kebahagiaan baru dapat dirasakan setelah mencapai sesuatu dapat membuat seseorang gemar membandingkan diri dengan orang lain.
“Setiap orang memiliki perjalanan waktu atau timing yang berbeda,” kata Elsa. “Kita tidak bisa selalu membandingkan, karena itu justru bisa menjadi rasa iri, bukan motivasi.”
Elsa mengatakan kebiasaan membandingkan diri dapat muncul saat seseorang mengalami quarter life crisis dan merasa tertinggal dari orang lain. Kondisi tersebut sebaiknya dijadikan motivasi untuk mengembangkan diri, bukan menjadi ukuran keberhasilan hidup.
Menurutnya, menerima diri sendiri dan berdamai dengan pengalaman masa lalu menjadi langkah awal membangun kebahagiaan. Seseorang juga perlu memberi ruang untuk mengenali dan memvalidasi perasaannya.
“Misalnya hari ini kita merasa sedih, lampiaskan saja dengan menangis,” kata Elsa. “Kalau kita pendam terus, suatu saat justru akan meledak.”
Elsa menilai pengalaman, termasuk kegagalan, dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran. Setiap kejadian dapat diambil sisi positif dan maknanya untuk membantu seseorang berkembang.
“Bahagia itu tentang merasa hidup kita ini berarti,” ujar Elsa. “Yang kita alami tidak semuanya mudah, tetapi hidup ini adalah proses pembelajaran.”
Elsa juga menyoroti pengaruh media sosial terhadap cara seseorang memandang kebahagiaan. Masyarakat disarankan memahami tujuan menggunakan media sosial, membatasi konten yang dikonsumsi, dan tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai standar kebahagiaan.
“Jangan pernah menyerah dengan diri sendiri,” kata Elsa. “Mungkin saat ini tidak semuanya baik-baik saja, tetapi jangan pernah lelah untuk punya mimpi dan cita-cita.”
Bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan, Puspaga Bauntung Batuah di bawah Dinas P3A Kota Banjarmasin menyediakan layanan konseling dan sosialisasi. Layanan tersebut dapat menjadi ruang untuk memperoleh pendampingan dalam menghadapi persoalan dan membantu menemukan arah dalam menjalani kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....