Benih Padi Lokal Siam Madu Murakata Siap Diuji di Lahan Papua
- 06 Okt 2026 11:00 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Varietas padi lokal Asli Kalsel, Siam Madu Murakata, mulai diperluas pemanfaatannya ke luar daerah. Sebanyak 50 kilogram benih varietas tersebut dibawa ke Papua untuk dikembangkan pada lahan sekitar dua hektare.
Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. Sekaligus memperkenalkan varietas unggul lokal Kalsel ke wilayah lain.
Kepala BBTPH Provinsi Kalsel, Sigid Sarsanto, mengatakan pihaknya selama ini terus memperbanyak benih sumber Siam Madu Murakata. Ini untuk memastikan ketersediaan dan kualitas varietas lokal tersebut.
“Pengembangan benih tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan cita rasa lokal Banjar, tetapi juga memastikan benih memiliki standar mutu yang dapat mendukung produktivitas petani,” kata Sigid.
Menurutnya, benih yang dikembangkan dan disertifikasi diharapkan memiliki mutu genetik yang terjaga, toleran terhadap kondisi lingkungan, mampu menghadapi organisme pengganggu tumbuhan, serta memiliki potensi hasil yang baik. Siam Madu Murakata sendiri telah memiliki Tanda Daftar Varietas Tanaman melalui SK Nomor 2009/PVL/2023.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Papua, Lunanka V.M.L, mengatakan pengembangan varietas lokal Kalsel merupakan salah satu langkah untuk mendorong peningkatan produksi pertanian dan ketahanan pangan di Papua. Selain aspek produksi, menurutnya, keberadaan Siam Madu Murakata juga memiliki nilai sosial dan budaya.
Varietas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat asal Kalimantan Selatan yang kini tinggal dan beraktivitas di Papua. “Kehadiran varietas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kerinduan masyarakat asal Kalimantan Selatan yang merantau dan menetap di Papua terhadap komoditas pangan yang memiliki cita rasa khas daerah asal,” ujarnya.
Pengiriman benih antarpulau dilakukan dengan mengikuti ketentuan karantina. Benih harus melalui pemeriksaan dan memenuhi persyaratan sebelum dibawa ke wilayah tujuan.
Tahap awal pengembangan dilakukan dengan membawa 50 kilogram benih untuk ditanam di lahan sekitar dua hektare di Papua. Hasil penanaman nantinya menjadi bagian dari evaluasi pengembangan varietas Siam Madu Murakata di wilayah tersebut.
Kolaborasi ini sekaligus membuka peluang bagi varietas lokal Kalsel untuk berkembang lebih luas, tidak hanya sebagai bagian dari kekayaan pertanian dan kuliner Banjar. Trtapi juga sebagai salah satu pilihan dalam mendukung ketahanan pangan di daerah lain.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....