Teknologi Serba Cepat, Umat Islam Diingatkan Pentingnya Sabar

  • 06 Okt 2026 07:02 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kemudahan teknologi mendorong masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan dengan cepat melalui beberapa klik, namun menciptakan tantangan bagi umat Islam untuk tetap menjaga kesabaran.
  • Akademisi UIN Antasari Banjarmasin H. Haris Faulidi Asnawi menekankan pentingnya menghargai setiap proses dalam kehidupan meskipun di era digital.
  • Teknologi seharusnya digunakan untuk menghemat waktu tanpa menghilangkan kemampuan manusia untuk bersabar dan menunggu dengan bijak.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kemudahan teknologi membuat masyarakat terbiasa memperoleh berbagai kebutuhan secara cepat hanya melalui beberapa kali klik. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi umat Islam untuk tetap menjaga kesabaran dan menghargai setiap proses dalam kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, H. Haris Faulidi Asnawi, Lc., M.S.I., dalam program Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 2 Oktober 2026. Menurutnya, teknologi seharusnya membantu manusia menghemat waktu tanpa menghilangkan kemampuan untuk menunggu.

“Banyak tawaran diskon yang menggiurkan konsumen sehingga membuat kalap mata,” ucap Haris. “Teknologi seharusnya membantu manusia menghemat waktu, bukan membuat manusia kehilangan kemampuan untuk menunggu.”

Ia menjelaskan kebiasaan mendapatkan sesuatu secara instan dapat membentuk pola pikir bahwa segala sesuatu harus berlangsung cepat. Akibatnya, menunggu balasan pesan, antrean, proses belajar, hingga mencapai kesuksesan dapat terasa melelahkan.

Menurutnya, tidak semua hal dalam kehidupan dapat diperoleh dengan cepat. Pendidikan membutuhkan proses, hubungan membutuhkan waktu untuk tumbuh, sedangkan kesuksesan memerlukan kerja keras dan ketekunan.

Haris Faulidi mengatakan kesabaran menjadi kemampuan penting agar seseorang mampu menjalani setiap proses tanpa mudah menyerah. Sikap tersebut juga membantu seseorang menghadapi kekecewaan ketika keinginan tidak segera terpenuhi.

Ia menekankan belajar sabar dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi ketergantungan pada ponsel, menikmati proses belajar, dan menyelesaikan pekerjaan dengan tenang. Di tengah kehidupan yang serba cepat, kesabaran menjadi kekuatan untuk tetap tekun dan menghargai setiap proses.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....