Konsep Green Islam Dorong Kepedulian terhadap Lingkungan

  • 04 Okt 2026 11:08 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Perubahan iklim memiliki dampak signifikan pada lingkungan, ekonomi, dan sosial yang memerlukan tindakan bersama dari seluruh lapisan masyarakat.
  • Konsep Green Islam menempatkan manusia sebagai khalifah yang bertanggung jawab menjaga kelestarian bumi melalui perspektif nilai-nilai Islam.
  • Program Ragam Budaya Ruhui Barakatan RRI Pro4 Banjarmasin menghadirkan diskusi mendalam tentang peran generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Perubahan iklim berdampak pada lingkungan, ekonomi, dan sosial sehingga membutuhkan kepedulian serta tindakan bersama. Dalam perspektif Islam, kepedulian tersebut dapat diperkuat melalui konsep Green Islam yang menempatkan manusia sebagai khalifah untuk menjaga kelestarian bumi.

Hal tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya Ruhui Barakatan RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026, yang menghadirkan Sulaiman Kurdi, S.Ag., M.Si., Abdurrahim, dan Muhammad Aunurrahman. Para narasumber membahas kepedulian lingkungan melalui perspektif Islam dan peran generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim.

Sulaiman Kurdi mengatakan kepedulian terhadap lingkungan dalam perspektif Islam dapat diperkuat melalui konsep Green Islam. Konsep tersebut menempatkan manusia sebagai khalifah yang memiliki amanah untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian bumi.

“Green Islam mengajarkan bagaimana manusia bertanggung jawab terhadap lingkungan, baik sosial maupun keagamaan,” ujar Sulaiman Kurdi. “Manusia sebagai khalifah memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi dan seluruh kehidupannya.”

Dosen Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin itu menjelaskan Green Islam merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, nilai moderasi beragama juga dapat diwujudkan melalui hubungan yang seimbang antara manusia dan alam.

Pemanfaatan sumber daya alam, lanjutnya, perlu dilakukan secara proporsional tanpa eksploitasi berlebihan. Sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, masjid, dan pemerintah juga diperlukan agar kesadaran ekologis dapat diwujudkan dalam perilaku nyata.

Sementara itu, Abdurrahim, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam menerapkan nilai Green Islam. Kepedulian tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengurangi penggunaan plastik, menghemat air dan listrik, serta menjaga kebersihan lingkungan.

“Menjaga lingkungan itu bukan cuma masalah sosial, tetapi juga menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan agama,” ujar Abdurrahim. “Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.”

Muhammad Aunurrahman, mahasiswa Program Studi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin, menambahkan kesadaran ekologis perlu dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Mahasiswa, perguruan tinggi, masyarakat, dan lembaga keagamaan memiliki peran dalam mendorong tindakan nyata menghadapi perubahan iklim.

“Perubahan iklim adalah masalah bersama yang membutuhkan tindakan nyata tanpa membedakan latar belakang agama maupun kelompok,” ujarnya. “Inilah moderasi beragama yang dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap bumi sebagai ruang hidup bersama.”

Para narasumber mendorong agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diterapkan melalui kebiasaan dan gerakan bersama. Nilai-nilai Islam diharapkan dapat menjadi landasan untuk membangun perilaku yang menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi sekarang dan mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....