Duta Kesehatan Didorong Wujudkan Pengabdian Nyata

  • 04 Okt 2026 20:33 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Menjadi Duta Kesehatan bukan sekadar memperoleh gelar atau mengenakan selempang, tetapi merupakan awal tanggung jawab untuk memberi manfaat kepada masyarakat.
  • Duta Kesehatan diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus menyebarkan informasi kesehatan melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi yang terstruktur.
  • Keberadaan duta kesehatan perlu diikuti dengan kegiatan nyata agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjadi Duta Kesehatan bukan sekadar memperoleh gelar atau mengenakan selempang, tetapi menjadi awal tanggung jawab untuk memberi manfaat kepada masyarakat. Duta Kesehatan diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus menyebarkan informasi kesehatan melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi.

Hal tersebut disampaikan Duta Kesehatan Indonesia 2025 apt. Harju Maisya, S.Farm., dan Duta Kesehatan Kalimantan Selatan 2026 dr. Nadya Aulia Rahmandini dalam program Ngobrol Bareng Komunitas RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026. Keduanya menilai keberadaan duta perlu diikuti kegiatan nyata agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai pemilihan ini hanya untuk mendapatkan selempang, tetapi ini sebenarnya awal dari pengabdian kita,” ucap Maisya. “Bagaimana cara kita menyampaikan kepada masyarakat agar lebih dikenal dan informasi kesehatan yang kita bawa benar-benar berdampak.”

Maisya menjelaskan Ikatan Duta Kesehatan Kalimantan Selatan mulai diarahkan menjadi wadah untuk memperluas edukasi dan kolaborasi. Sejumlah kegiatan telah dilakukan, termasuk pembagian masker dan rencana menghadirkan program edukasi secara rutin melalui media sosial.

“Menjadi duta kesehatan bukan mesti harus berlatar belakang kesehatan, yang penting mau belajar terus,” ucap Maisya. “Ilmu kesehatan terus berkembang, jadi sekarang saya sudah menjadi dokter umum pun tetap harus belajar.”

Duta Kesehatan Indonesia 2025, apt. Harju Maisya (kanan) dan Duta Kesehatan Kalsel 2026, dr. Nadya Aulia Rahmandini (kiri) saat Ngobrol Bareng Komunitas RRI PRO1 Banjarmasin, Sabtu 3 Oktober 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube RRI PRO1 Banjarmasin)

Sementara itu, Duta Kesehatan Kalimantan Selatan 2026, dr. Nadya Aulia Rahmandini, menyiapkan sejumlah program bersama finalis Duta Kesehatan dari Kabupaten Tapin. Rencana tersebut mencakup audiensi dengan pemangku kepentingan, edukasi di posyandu dan sekolah, serta kampanye kesehatan melalui media sosial.

Nadya mengatakan edukasi di media sosial akan dikemas lebih menarik bagi generasi muda melalui kegiatan sederhana. Beberapa di antaranya tantangan sarapan sehat, minum air putih, dan olahraga rutin.

“Kalau kita hanya jalan sendirian, pasti tidak akan jauh jalannya, harus bekerja sama dengan teman-teman yang lain,” ujar Nadya. “Kalau Dinas Kesehatan memerlukan kami sebagai pemateri atau membantu kegiatan, kami siap membantu tanpa memikirkan materi.”

Keduanya mendorong agar peran Duta Kesehatan terus dikembangkan melalui kegiatan yang berkelanjutan dan kolaboratif. Kehadiran duta diharapkan tidak berhenti pada ajang pemilihan, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kesehatan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....