Komunikasi Terbuka Bantu Bangun Kemandirian Anak
- 04 Okt 2026 17:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Komunikasi terbuka adalah kunci penting dalam membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab anak melalui dialog yang efektif.
- Ketua PW Salimah Kalimantan Selatan Rimalia Karim menyampaikan bahwa dialog membantu anak belajar menyampaikan pendapat dan mengambil keputusan.
- Kebiasaan berdiskusi dengan anak melatih kemampuan berpikir sekaligus membuat mereka merasa didengar dan dihargai.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Komunikasi terbuka dinilai menjadi salah satu kunci dalam membangun kemandirian dan rasa tanggung jawab anak. Melalui dialog, anak dapat belajar menyampaikan pendapat, mengambil keputusan, dan memahami konsekuensi dari setiap pilihan.
Hal tersebut disampaikan Ketua PW Salimah Kalimantan Selatan, Rimalia Karim, dalam program Inspirasi Kehidupan RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 3 Oktober 2026. Menurutnya, kebiasaan mengajak anak berdiskusi dapat melatih kemampuan berpikir sekaligus membuat mereka merasa didengar.
“Kalau kita mengajak anak ngobrol, kita sedang mengajak dia berpikir lebih dalam,” ujar Rimalia. “Suatu ketika ketika kita tidak ada lagi di samping dia, dia bisa mencari solusi sendiri dan ini yang kita harapkan, kemandirian pada akhirnya.”
Ia menjelaskan orang tua tetap perlu memberikan batasan dalam kehidupan anak, termasuk saat anak mulai berinteraksi dengan lingkungan dan lawan jenis. Batasan tersebut sebaiknya disampaikan melalui dialog agar anak memahami alasan di balik aturan yang diberikan.
“Batasan itu membuat anak mengerti di mana seandainya dia boleh berjalan atau tidak,” ucap Rimalia. “Cara menyampaikan batasan itu yang kadang-kadang akan membedakan apakah itu keras atau hangat.”
Rimalia juga menekankan pentingnya mengajarkan tanggung jawab tanpa pemaksaan. Anak perlu diberi kesempatan menghadapi konsekuensi dari pilihannya, sementara orang tua tetap mendampingi dan memberikan arahan ketika dibutuhkan.
“Jadi kita akan membedakan bagaimana kita tidak memaksa anak, tapi juga kita tidak mengambil alih tanggung jawab anak,” kata Rimalia. “Islam mengajarkan tengah-tengah, tidak ekstrem ke kiri atau ekstrem ke kanan.”
Di tengah perubahan zaman dan derasnya penggunaan gawai, orang tua dinilai perlu menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak. Percakapan, pendampingan, dan validasi perasaan dapat membantu anak menyaring informasi serta menghadapi berbagai persoalan secara lebih sehat.
Komunikasi yang hangat dan terbuka diharapkan dapat membangun kepercayaan antara anak dan orang tua. Pola tersebut juga menjadi bagian dari proses membentuk anak yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan dengan bijak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....