Kebakaran Pasar Lama Sisakan Duka, Korban Terima Bantuan Pemko Banjarmasin

  • 17 Sep 2026 11:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyerahkan bantuan sosial logistik tanggap darurat kepada korban kebakaran di bantaran Sungai Pasar Lama RT 02 RW 02, Kelurahan Pasar Lama. Kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari itu berdampak terhadap 22 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa

Sebanyak 15 bangunan, terdiri dari 14 toko dan satu mushola, turut terdampak dalam peristiwa tersebut. Saat menyerahkan bantuan, Yamin menyampaikan belasungkawa kepada warga yang menjadi korban dan berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan warga setelah kehilangan tempat usaha maupun harta benda akibat kebakaran.

“Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, namun ini adalah musibah yang terjadi. Harapan kita, apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dapat meringankan beban Bapak-Ibu sekalian,” ujar Yamin.

Yamin mengatakan Pemko Banjarmasin akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya bagi warga terdampak.“Kita berharap Bapak-Ibu dalam menghadapi segala hal tentunya harus sabar. Mudah-mudahan kita akan terus komunikasikan lagi dan bisa memberikan dukungan serta terus memperbaiki keadaan yang terjadi seperti ini,” ucapnya, menambahkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri dari bahan sandang dan pangan dari Dinas Sosial. Selain itu bantuan senilai Rp3 juta dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta bantuan Rp500 ribu dari Baznas.

“Semua ini diberikan kepada kepala keluarga, jadi hitungannya per KK bukan per jiwa. Karena yang terkena dampak dari musibah ini sebanyak 22 KK atau 55 jiwa,” kata Ayu.

Untuk memenuhi kebutuhan makan korban, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum. Namun, karena lokasi kebakaran berada di kawasan pasar yang masih beraktivitas, makanan diberikan dalam bentuk bungkusan dan diantarkan kepada warga.

“Kami sudah mendirikan dapur umum, hanya saja tidak dibangun di sini karena mungkin akan menyulitkan warga. Sehingga permakanan yang kami berikan berupa bungkusan untuk makan pagi dan makan siang,” ujarnya.

Eka mengimbau warga, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran sungai, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah musim kemarau. Menurutnya, potensi kebakaran dapat berasal dari kompor maupun instalasi listrik, terlebih kondisi rumah yang menggunakan material kayu membuat api lebih cepat merambat.

“Harapan kami kepada korban, untuk saat ini yang paling penting adalah tetap waspada. Potensi kebakaran bisa berasal dari kompor maupun listrik. Apalagi rumah-rumah warga di bantaran sungai Pasar Lama banyak yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” katanya.

Ia juga mengingatkan warga untuk memperhatikan penggunaan peralatan listrik, termasuk colokan telepon seluler, kipas angin dan perangkat elektronik lainnya. Aktivitas memasak juga diminta dilakukan dengan lebih hati-hati.

“Harapannya, dalam musim-musim kemarau ini warga dapat berhati-hati terhadap colokan-colokan, baik colokan HP, listrik, kipas angin dan lainnya. Juga memperhatikan apabila melakukan aktivitas di dapur seperti masak-memasak,” ucapnya.

Salah seorang korban, Sabri, mengatakan kebakaran bermula sekitar pukul 04.00 WITA dari sebuah kompor gas di salah satu toko di kawasan tersebut. Ia menyebut api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

“Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh.Awal mula api dari kompor gas, kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....