Krisis Air Baku Banjarmasin: Gubernur - Wali Kota Turun Tangan Bangun Embung
- 29 Sep 2026 09:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin menyiapkan pembangunan embung seluas sekitar 30 hektare dengan kapasitas tampung hingga 1,1 juta meter kubik air. Hal ini sebagai salah satu solusi menghadapi keterbatasan air baku untuk kebutuhan pelayanan air bersih masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengatakan, pembangunan embung menjadi bagian dari langkah pemerintah memperkuat ketersediaan cadangan air baku. Sekaligus menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih oleh PAM Bandarmasih.
Menurut Yamin, lahan untuk pembangunan embung pada prinsipnya telah tersedia karena merupakan aset yang dimiliki perusahaan daerah air minum. “Pembangunan embung sekitar Rp98 miliar. Dengan luas mungkin sekitar 30 hektare karena lahannya sudah dimiliki oleh PDAM sendiri,” ujar Yamin.
Ia menjelaskan, embung tersebut diproyeksikan memiliki daya tampung sekitar 1.100.000 meter kubik air. Selain embung, Pemko Banjarmasin juga menyiapkan perencanaan pembangunan jaringan perpipaan untuk mendukung sistem penyediaan air baku.
Salah satu jaringan yang direncanakan memiliki panjang sekitar 8,7 kilometer, menghubungkan IPA 2 Pramuka dengan intake Pematang Panjang. “Pemasangan pipa mungkin sekitar Rp100 miliar. Pembuatan embung mungkin sekitar Rp200 sampai Rp300 miliar,” kata Yamin.
Dalam perhitungan teknis terbaru, kebutuhan anggaran pembangunan pipa sepanjang 8,7 kilometer dengan diameter 800 milimeter dari IPA 2 Pramuka menuju intake Pematang Panjang diperkirakan sekitar Rp136 miliar. Sementara itu, pembangunan jaringan menggunakan pipa berdiameter 1.200 milimeter dari kawasan Gubernur Subarjo menuju IPA 2 Pramuka diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp200 miliar.
“8,7 kilometer, dari IPA 2 Pramuka ke intake Pematang Panjang, anggaran sekitar Rp136 miliar dengan diameter 800 milimeter. Kalau 1.200 milimeter dari Gubernur Subarjo ke IPA 2 nilainya sekitar Rp200 miliar,” ujar Yamin.
Rencana pembangunan embung tersebut sebelumnya dibahas Yamin bersama Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin. Pertemuan dilakukan setelah Gubernur Kalsel memanggil Wali Kota Banjarmasin untuk membicarakan langkah awal penyediaan cadangan air baku bagi Kota Banjarmasin.
Yamin mengatakan, Gubernur Muhidin mengapresiasi rencana pembangunan embung tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya pemerintah kota dalam mengatasi persoalan keterbatasan air baku.
“Sebelum kejadian adanya penyaluran air bersih khusus MCK tersebut, kami diundang Gubernur Muhidin ke kediaman beliau. Kita membicarakan langkah ke depan apa yang akan diambil dalam mengatasi kekurangan bahan baku air di Kota Banjarmasin,” ucap Yamin.
Dalam pembahasan awal itu, Pemko Banjarmasin bersama jajaran PAM Bandarmasih, mulai dari direksi hingga komisaris, akan kembali membahas rencana pembangunan embung dan kebutuhan pendukungnya. Ia menambahkan, Gubernur Kalsel juga menyatakan kesiapan membantu menyampaikan rencana tersebut kepada pemerintah pusat.
“Kita apresiasi Pak Gubernur yang peduli kondisi sekarang, dengan memanggil Wali Kota Banjarmasin membicarakan tahap awal pembuatan embung. Wali kota dan jajaran PAM, mulai direksi dan komisaris, selanjutnya akan dibicarakan kembali,” kata Yamin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....