Banjarmasin Peduli Asap dan Air Bersih, Wali Kota Tekankan Bantuan Tepat Sasaran!
- 22 Sep 2026 13:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Penyaluran bantuan bagi warga Kota Banjarmasin yang terdampak kabut asap dan krisis air bersih diminta tidak dilakukan sekadar sebagai kegiatan seremonial. Pemerintah melalui dinas terkait harus peka memetakan wilayah yang paling membutuhkan agar bantuan benar-benar dirasakan masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, mendesak perangkat daerah bersama seluruh pihak terkait memastikan bantuan diprioritaskan bagi warga yang mengalami dampak paling berat. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti air minum, air bersih, masker dan pelayanan kesehatan harus menjadi prioritas, terutama bagi kelompok rentan.
“Saya minta bantuan jangan sekadar seremonial dan petakan RT yang paling terdampak. Dahulukan air minum dan air bersih, masker serta pelayanan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia dan keluarga kurang mampu, karena Pemerintah harus hadir sampai kebutuhan dasar warga benar-benar terpenuhi,” ujar Yamin, Selasa, 22 September 2026.
Untuk memperluas dukungan, Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong gerakan “Banjarmasin Peduli Asap dan Air Bersih” dengan melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), perbankan, dunia usaha serta organisasi sosial. Kolaborasi tersebut diarahkan agar bantuan yang disalurkan tidak hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
“Tapi juga dapat menghimpun dukungan dari berbagai pihak. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Yamin.
Pemko Banjarmasin juga akan menentukan titik penyaluran dan penerima bantuan berdasarkan data dari kelurahan. Langkah ini dilakukan untuk menghindari penumpukan bantuan di satu lokasi, sementara wilayah lain yang membutuhkan justru belum tersentuh.
Pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan prioritas distribusi bantuan. Sehingga penanganan dampak kabut asap dan krisis air bersih dapat dilakukan secara lebih terukur dan merata.
“Bantuan harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan riil warga. Terutama selama kondisi kualitas udara memburuk dan ketersediaan air bersih masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah,” ucapnya, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....