Mulai Dini Hari Nanti, PAM Bandarmasih Distribusikan Air Bersih Non-Konsumsi
- 21 Sep 2026 15:04 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT Air Minum Bandarmasih (Perseroda) mulai mendistribusikan air bersih non-konsumsi untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) di sejumlah wilayah terdampak krisis air baku. Distribusi tersebut mulai diberlakukan Selasa, 22 September 2026 pukul 00.00 WITA sebagai langkah perusahaan memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah kondisi krisis air baku.
Keputusan tersebut diambil setelah PAM Bandarmasih menyerap aspirasi masyarakat di tiga kecamatan terdampak. Berdasarkan hasil audiensi, sekitar 70 persen masyarakat menginginkan distribusi air tetap berjalan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi krisis air baku.
Direktur Utama PAM Bandarmasih, Zulbadi, mengatakan kebutuhan air untuk MCK menjadi salah satu kebutuhan yang paling mendesak selama kondisi tersebut. Ia menyebut kebutuhan untuk mandi, mencuci, dan kakus memiliki porsi lebih besar dibandingkan kebutuhan air untuk minum.
“Kebutuhan mereka terhadap air bersih ini sangat penting sekali, baik untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus. Mandi, cuci, dan kakus dibandingkan dengan minum, itu jumlahnya lebih besar mandi, cuci, dan kakus,” ujar Zulbadi saat jumpa pers di Aula PAM Bandarmasih, Senin, 21 September 2026.
Berdasarkan masukan masyarakat, PAM Bandarmasih memutuskan tetap mengalirkan air ke wilayah terdampak dengan status non-konsumsi. Air tersebut tetap melalui proses pengolahan di instalasi pengolahan air (IPA), tetapi kualitas air baku yang digunakan membuat hasil akhirnya tidak diperuntukkan bagi kebutuhan minum dan memasak.
Perbedaan pengolahan dalam kondisi krisis terletak pada kondisi air baku yang digunakan. Dalam kondisi normal sumber air baku berasal dari air tawar, sedangkan saat ini peningkatan kadar garam membuat air baku mengalami kondisi payau.
“Prosesnya sama, tetapi input-nya berbeda. Air tawar dan air payau tentu menghasilkan output yang berbeda. Karena itu, air yang kami distribusikan adalah air bersih yang tidak layak untuk diminum dan hanya digunakan untuk MCK,” ucap Zulbadi.
Distribusi air non-konsumsi tersebut menyasar wilayah terdampak di tiga kecamatan, yakni Banjarmasin Barat, Banjarmasin Tengah, dan Banjarmasin Utara. Untuk Banjarmasin Barat mencakup Kuin Cerucuk, Pelambuan, dan Teluk Tiram, sedangkan Banjarmasin Tengah mencakup enam kelurahan dan Banjarmasin Utara lima kelurahan di kawasan Kayutangi sebelah kiri.
Enam kelurahan di Banjarmasin Tengah meliputi Teluk Dalam, Mawar, Kertak Baru Ilir, Kertak Baru Ulu, Pasar Lama, dan Antasan Besar. Sementara di Banjarmasin Utara mencakup Pangeran, Kuin Utara, Alalak Selatan, Alalak Tengah, dan Alalak Utara.
Untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak, PAM Bandarmasih menyiapkan tandon air berkapasitas 3.000 liter di sejumlah wilayah terdampak, terutama kawasan ujung pelayanan. Tandon tersebut disiapkan sebagai salah satu titik pemenuhan kebutuhan air konsumsi masyarakat selama kondisi darurat.
PAM Bandarmasih juga membuka peluang pemanfaatan tandon milik masyarakat, termasuk yang berada di masjid dan musala, sebagai titik keran umum. Air untuk kebutuhan minum dan memasak akan disuplai dari sumber yang produksinya tidak mengalami gangguan akibat kondisi air baku yang asin.
“Kita juga mengajak Ketua RT/RW, pengurus musala, atau pengurus masjid yang mau digunakan tandonnya untuk dijadikan keran umum. Nanti akan kami suplai airnya untuk kebutuhan air minum atau air untuk memasak,” ucapnya.
Disis lain, Mobil tangki PAM Bandarmasih juga tetap beroperasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air minum masyarakat di wilayah terdampak. Distribusi melalui mobil tangki diperkuat dengan kerja sama sejumlah pihak dan dukungan mobil tangki sukarelawan.
Masyarakat diminta membedakan penggunaan air yang dialirkan melalui jaringan non-konsumsi dengan air yang disediakan untuk kebutuhan konsumsi. Air melalui jaringan hanya diperuntukkan bagi MCK, sedangkan kebutuhan minum dan memasak dipenuhi melalui tandon maupun distribusi air minum.
“Himbauan kepada masyarakat, ikuti apa yang kita sampaikan. Sekiranya kalau fungsinya untuk MCK, gunakan saja untuk MCK. Bukan untuk minum, dan untuk minum kita siapkan tandon,” katanya.
Distribusi air non-konsumsi akan berlangsung selama kondisi air baku belum kembali memenuhi standar pengolahan untuk kebutuhan konsumsi. PAM Bandarmasih berharap kondisi tersebut segera membaik seiring turunnya hujan.
“Mudah-mudahan hujan segera turun, Selagi hujan belum turun dan air bakunya mutunya di bawah standar, tentu kita tidak bisa mengolah,” ujarnya.
PAM Bandarmasih juga meminta pelanggan segera melaporkan apabila aliran air di wilayah terdampak belum berjalan lancar setelah distribusi dimulai. Laporan dapat disampaikan melalui saluran komunikasi resmi PAM Bandarmasih agar petugas dapat segera melakukan pengecekan di lapangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....