HUT ke-500 Banjarmasin Jadi Momentum Empati Masyarakat
- 22 Sep 2026 12:33 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan meniadakan puncak perayaan HUT ke-500 tahun ini sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.
- Sejumlah peristiwa berdampak menjadi pertimbangan keputusan tersebut, meliputi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), krisis air bersih, dan tragedi kapal tenggelam.
- Pegiat seni dan budaya Banjar Faisal Embron menghormati keputusan pemerintah yang dipandang sebagai wujud sensitivitas terhadap penderitaan masyarakat Banjarmasin.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sejumlah peristiwa yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat mewarnai peringatan HUT ke-500 Kota Banjarmasin. Kabut asap akibat karhutla, krisis air bersih, hingga tragedi kapal tenggelam menjadi pertimbangan ditiadakannya puncak perayaan tahun ini.
Hal tersebut disampaikan pegiat seni dan budaya Banjar, Faisal Embron, dalam program Ragam Budaya Suluh Banua RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 20 September 2026. Ia menghormati keputusan Pemerintah Kota Banjarmasin yang meniadakan pesta perayaan HUT ke-500 sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat.
"Meskipun ini momen langka, usia ke-500 tahun, tapi keputusan batalnya pesta itu sudah tepat," ujarnya. "Itu sebagai wujud toleransi atas adanya peristiwa-peristiwa yang kurang baik bagi warga Banjarmasin."
Faisal menegaskan, meski perayaan umum ditiadakan, pejabat tidak seharusnya menggelar acara perayaan secara terpisah. Ia mengajak masyarakat dan pemerintah untuk mengedepankan empati serta toleransi dalam menyikapi berbagai peristiwa yang terjadi.
Perwakilan generasi muda, Ridho, turut menghormati keputusan tersebut. Menurutnya, setiap rencana perayaan perlu mempertimbangkan kondisi masyarakat dan berbagai peristiwa yang sedang terjadi di daerah.
"Ada beberapa kejadian yang terjadi di daerah kita, dan itu cukup sulit," ujarnya. "Jadi, sebelum kita mengadakan memang sudah pas untuk melihat kondisi masyarakatnya."
Ridho mengatakan, bertambahnya usia Kota Banjarmasin juga menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan. Ia mendorong masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersinergi dalam memperkuat perlindungan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....