Upaya Mewujudkan Banjarmasin sebagai Kota Budaya
- 19 Sep 2026 11:47 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Mewujudkan Banjarmasin sebagai kota budaya memerlukan komitmen bersama dari pemerintah, pelaku seni, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat luas.
- Kekayaan tradisi dan kearifan lokal Banjar menjadi modal strategis untuk memperkuat identitas kota di era perkembangan zaman modern.
- Budaya harus diintegrasikan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan pembangunan, bukan hanya ditampilkan dalam acara-acara seremonial saja.
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Upaya mewujudkan Banjarmasin sebagai kota budaya membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah, pelaku seni, komunitas, dunia pendidikan, dan masyarakat. Kekayaan tradisi serta kearifan lokal Banjar dinilai menjadi modal untuk memperkuat identitas kota di tengah perkembangan zaman.
Hal tersebut dibahas dalam program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin bersama IKASBA, Senin, 14 September 2026. Para narasumber menyoroti pentingnya menjadikan kebudayaan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat dan pembangunan, bukan sekadar ditampilkan dalam kegiatan seremonial.
Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si. mengatakan penguatan budaya perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak. Menurutnya, kebudayaan harus hadir dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan kota.
“Kota budaya bukan hanya bagaimana kita menampilkan kesenian,” ujarnya. “Kebudayaan juga harus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan pembangunan kota.”
Sementara itu, Rahmat Basuki, S.E. menilai aspek kebudayaan perlu dimasukkan dalam perencanaan pembangunan. Menurutnya, budaya memiliki keterkaitan dengan pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta pengembangan sumber daya manusia.
“Budaya harus kita lihat sebagai bagian dari pembangunan,” katanya. “Kalau dikelola dengan baik, kebudayaan bukan hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.”
Dari sisi ekonomi kreatif, Ratu menyebut kekayaan budaya Banjarmasin dapat dikembangkan menjadi peluang usaha melalui kuliner, kerajinan, seni pertunjukan, fesyen, dan berbagai produk berbasis kearifan lokal. Menurutnya, kolaborasi pelaku budaya dan pelaku UMKM penting agar kebudayaan terus berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi.
Upaya mewujudkan Banjarmasin sebagai kota budaya membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah menyediakan kebijakan dan ruang budaya, pelaku seni berkarya, komunitas menjadi penggerak, generasi muda menjadi penerus, dan masyarakat ikut menjaga budaya dalam kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....