Kualitas Udara Banjarmasin ‘Hitam’, Pembelajaran Jarak Jauh Dilanjutkan

  • 20 Sep 2026 14:29 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kualitas udara di Kota Banjarmasin dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali memburuk. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Minggu, 20 September 2026 pukul 06.00 WITA, angka ISPU mencapai 859 atau masuk kategori hitam alias berbahaya.

Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin kembali memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan. PJJ diberlakukan mulai 21 hingga 23 September 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap kesehatan peserta didik di tengah memburuknya kualitas udara. Angka ISPU yang sangat tinggi menunjukkan kondisi udara di Banjarmasin berada pada kategori berbahaya dan berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan, terutama bagi anak usia sekolah.

“Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara terbaru, kondisi di Kota Banjarmasin berada pada kategori berbahaya. Dengan angka ISPU yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, khususnya pada anak usia sekolah,” katanya, Minggu 20 September 2026.

Ryan menjelaskan, keputusan memperpanjang PJJ juga merupakan hasil koordinasi bersama Ketua Tim Satuan Tugas Dampak Karhutla Kota Banjarmasin, yang dijabat Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin. Koordinasi lintas sektor tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya terpadu pemerintah daerah dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang memburuk akibat dampak kebakaran hutan dan lahan.

Dinas Pendidikan juga meminta sekolah menerapkan PJJ secara bijak dan adaptif. Pembelajaran jarak jauh diharapkan tidak menambah beban peserta didik maupun orang tua selama kondisi udara masih berada pada level berbahaya.

“Kami juga menekankan agar pelaksanaan PJJ dilakukan secara bijak. Selain itu juga adaptif dan tidak membebani peserta didik maupun orang tua,” ujar Ryan.

Ia menyadari kebijakan tersebut kembali berdampak terhadap aktivitas pembelajaran tatap muka yang sebelumnya sempat dilaksanakan. Namun, keselamatan dan kesehatan peserta didik tetap menjadi pertimbangan utama pemerintah daerah.

“Kami memahami kondisi ini tidak mudah bagi semua pihak. Namun keselamatan dan kesehatan tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Ryan menambahkan, Dinas Pendidikan akan terus memantau perkembangan kualitas udara secara berkala. Kebijakan pembelajaran akan disesuaikan apabila kondisi udara di Banjarmasin menunjukkan perbaikan yang signifikan.

“Kami mengajak seluruh satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan dan mematuhi imbauan. Kemudian memastikan proses belajar tetap berjalan dengan baik meskipun dalam keterbatasan,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....