Pengelolaan Sampah Harus Dimulai dari Rumah
- 19 Sep 2026 09:11 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Penambahan armada pengangkut sampah tidak efektif sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi penumpukan sampah di Kota Banjarmasin.
- Pengurangan sampah harus dimulai dari tingkat rumah tangga melalui kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara mandiri.
- Dosen UIN Antasari Mahmudah menyampaikan pandangan ini dalam program Tabligh Udara Lentera Kehidupan RRI Pro 1 Banjarmasin pada Jumat malam, 18 September 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari Banjarmasin, Mahmudah, M.Pd., menilai penambahan armada pengangkut sampah bukan solusi jangka panjang bagi Kota Banjarmasin. Pengurangan sampah, menurutnya, perlu dimulai dari rumah melalui kebiasaan memilah dan mengelolanya.
Hal itu disampaikan Mahmudah dalam program Tabligh Udara Lentera Kehidupan RRI Pro 1 Banjarmasin, Jumat malam, 18 September 2026. Ia menanggapi pertanyaan pendengar terkait upaya mengatasi penumpukan sampah di Kota Banjarmasin.
Mahmudah menyebut timbulan sampah di Banjarmasin mencapai lebih dari 400 ton per hari. Data Pemerintah Kota Banjarmasin mencatat potensi timbulan sampah sekitar 491 ton per hari.
“Kalau solusi untuk menambah alat angkut itu betul, tetapi sifatnya sementara,” katanya. “Produksi sampah kita semakin hari semakin banyak.”
Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya. Pemilahan juga dapat memudahkan penanganan sampah yang masih bisa digunakan kembali atau didaur ulang.
“Yang perlu kita perbaiki adalah kesadaran sumber daya manusianya,” ujarnya. “Kita harus bisa memilih dan memilah sampah serta membuang sampah pada tempatnya.”
Pembiasaan tersebut perlu dilakukan di lingkungan terdekat, termasuk rumah tangga, tempat usaha, dan perkantoran. Keteladanan dinilai penting agar memilah dan mengelola sampah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
“Memang budaya kita itu agak susah kalau kita tidak biasakan memilah sampah,” ucapnya. “Sebenarnya sampah itu bisa didaur ulang dan harus ada keteladanan.”
Mahmudah menegaskan armada tetap diperlukan untuk mendukung pengangkutan sampah. Namun, upaya mengurangi sampah dari sumber harus berjalan bersamaan agar persoalan tidak hanya ditangani setelah sampah menumpuk.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....