Islam Ajarkan Menjaga Alam sebagai Amanah Khalifah di Bumi

  • 19 Sep 2026 08:11 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Mahmudah, Dosen UIN Antasari Banjarmasin, menyatakan bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi.
  • Islam mengajarkan manusia untuk mengelola alam dengan tetap menjaga keseimbangan dan kelestariannya sebagai tanggung jawab spiritual.
  • Pembahasan mengenai kabut asap, banjir, dan lingkungan dianalisis dari perspektif Islam dan ekoteologi dalam program Tabligh Udara Lentera Kehidupan RRI Pro 1 Banjarmasin pada Jumat malam, 18 September 2026.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjaga lingkungan merupakan bagian dari amanah manusia sebagai khalifah di bumi. Dosen UIN Antasari Banjarmasin, Mahmudah, M.Pd., mengatakan Islam mengajarkan manusia mengelola alam dengan tetap menjaga keseimbangan dan kelestariannya.

Hal itu disampaikan Mahmudah dalam program Tabligh Udara Lentera Kehidupan RRI Pro 1 Banjarmasin, Jumat malam, 18 September 2026. Ia membahas persoalan kabut asap, banjir, dan lingkungan dari perspektif Islam dan ekoteologi.

Menurut Mahmudah, konsep khalifah mencakup hubungan manusia dengan Allah, sesama manusia, dan alam. Hubungan dengan lingkungan, kata dia, perlu mendapat perhatian dalam penerapan akhlak Islam.

“Khalifah itu artinya pemimpin, jadi ada tiga hubungan yang harus dijaga,” katanya. “Habluminannas, hablum minallah, dan hubungan dengan alam.”

Kerusakan lingkungan dapat terjadi ketika manusia menggunakan kewenangannya tanpa diimbangi tanggung jawab. Karena itu, manusia perlu mengendalikan keinginan dan menggunakan akal untuk menjaga keseimbangan alam.

“Manusia punya nafsu, punya akal, punya wewenang di muka bumi,” ucapnya. “Apabila akal lebih dominan daripada nafsu, maka ia akan menjadi penyeimbang atau mizan.”

Mahmudah juga mengaitkan persoalan lingkungan dengan konsep fasad yang disebut dalam Al-Qur’an. Manusia, menurutnya, perlu mengevaluasi perilaku ketika aktivitas yang dilakukan menimbulkan kerusakan terhadap alam.

“Jangan sampai kita menjadi perusak tetapi tidak bertanggung jawab,” ujarnya. “Kita diberikan kewenangan untuk mengelola, tetapi harus bertanggung jawab untuk menjaga.”

Perubahan fungsi sungai dan ruang air turut disorot karena dapat memengaruhi kondisi lingkungan Banjarmasin. Pembangunan dinilai perlu tetap memperhatikan karakter Banjarmasin sebagai kota air dan Kota Seribu Sungai.

“Bukan dengan menutup sungainya dan terus membangun pembangunan di mana-mana, itu harapan saya,” ujarnya. “Pemerintah juga terus berusaha mengembalikan Banjarmasin sebagai kota air.”

Menjaga lingkungan, lanjut Mahmudah, tidak hanya berkaitan dengan kebersihan. Merawat sungai, mengelola air, mengurangi sampah, dan menjaga kualitas udara merupakan bentuk tanggung jawab manusia kepada Allah.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari menjaga kehidupan bersama. Kesadaran lingkungan perlu diwujudkan melalui kebiasaan sehari-hari agar amanah sebagai khalifah dapat dijalankan secara nyata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....