Musibah Jadi Momentum Introspeksi dan Perbaikan Diri
- 19 Sep 2026 10:26 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tidak semua musibah merupakan keburukan karena di balik setiap ujian dapat terdapat hikmah dan kebaikan bagi manusia.
- Umat Islam diingatkan untuk menghadapi musibah dengan iman dan keyakinan yang kuat terhadap ketetapan Allah Swt.
- Musibah dapat hadir dalam berbagai bentuk seperti kehilangan, sakit, kerugian, kegagalan, hingga persoalan pekerjaan yang membutuhkan pemahaman spiritual.
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Tidak semua musibah dalam kehidupan manusia merupakan keburukan karena di balik setiap ujian dapat terdapat hikmah dan kebaikan. Umat Islam diingatkan untuk menghadapi musibah dengan iman dan keyakinan terhadap ketetapan Allah Swt.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Khairil Anwar, S.Ag. dalam acara Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Sabtu, 19 September 2026. Menurutnya, musibah merupakan bagian dari kehidupan yang dapat hadir dalam berbagai bentuk, seperti kehilangan, sakit, kerugian, kegagalan, hingga persoalan pekerjaan.
Ustaz Khairil Anwar menjelaskan Al-Qur'an mengingatkan manusia akan berbagai bentuk ujian, termasuk ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa. Karena itu, seorang muslim perlu membangun kesabaran dan tetap meyakini bahwa setiap peristiwa dapat mengandung pelajaran.
“Allah mengingatkan bahwa manusia akan diuji dengan ketakutan, kelaparan, serta kekurangan harta dan jiwa,” ujar Ustaz Khairil Anwar. “Dengan demikian, ujian seharusnya dihadapi dengan kesabaran.”
Menurutnya, musibah juga dapat menjadi sarana bagi seseorang untuk melakukan introspeksi dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dalam ajaran Islam, rasa lelah, penyakit, kesusahan, dan kesedihan yang dialami seorang muslim juga dapat menjadi sebab dihapuskannya sebagian dosa.
“Ketika mendapat musibah atau ujian, jangan hanya bertanya mengapa ini terjadi kepada saya,” katanya. “Tanyakan juga apa yang ingin Allah ajarkan dan apa yang harus kita perbaiki dari diri kita.”
Ia menegaskan musibah tidak selalu berkaitan dengan dosa karena para nabi juga mendapatkan berbagai ujian. Oleh sebab itu, umat Islam perlu menghindari kebiasaan menilai atau menyimpulkan penyebab musibah yang dialami orang lain.
Sikap dalam menghadapi musibah, lanjutnya, dapat diwujudkan dengan tetap menjalankan ibadah, menjaga prasangka baik kepada Allah Swt, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Musibah juga dapat menjadi kesempatan untuk membentuk keteguhan hati serta memperbaiki sikap dalam menjalani kehidupan.
Ustaz Khairil Anwar mengajak umat Islam menjadikan setiap musibah sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia mengingatkan agar setiap ujian dihadapi tanpa putus asa karena manusia memiliki keterbatasan dalam memahami seluruh hikmah yang diberikan Allah Swt.
“Di balik musibah, bisa jadi ada pengampunan dan peningkatan derajat,” katanya. “Semua milik Allah Swt dan tentu akan kembali kepada-Nya, kita hanya perlu yakin bahwa Allah mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....