Makna Ungkapan Ulanda Hirang Menyimpan Banyak Pesan

  • 19 Sep 2026 07:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - “Ulanda Hirang” merupakan salah satu ungkapan dalam budaya Banjar yang hingga saat ini masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Noorhalis Majid dalam acara Ragam Budaya Bacangkurah Pro.4 RRI Banjarnasin, Jumat malam, 18 September 2026.

Dikatakan, ungkapan Ulanda Hirang tidak hanya merujuk pada masa penjajahan saja, namun menyimpan banyak pesan. Ungkapan tersebut diantaranya tentang penindasan, pengkhianatan, maupun pentingnya memperlakukan sesama secara setara.

"Ungkapan ini untuk melihat beragam perilaku seseorang baik yang merendahkan ataupun mengambil keuntungan dari orang lain," ujarnya

Pengamat budaya Banjar yang juga penulis buku Ungkapan Banjar ini juga mengatakan, secara harfiah, ulanda hirang memiliki arti “Belanda hitam”. Sebuah istilah pada masa lalu dan biasanya digunakan sebagai cara menyindir orang yang berkhianat terhadap bangsanya sendiri.

"Ungkapan tersebut sekaligus gambaran seseorang yang berpihak pada Belanda dan ikut menjalankan praktik penjajahan," kata Noorhalis Majid.

Noorhalis Majid menyebutkan dalam konteks kekinian, makna ulanda hirang bisa lebih luas lagi. Salah satunya bisa menjadi gambaran bagi sikap yang suka menindas, memerintah, mencari keuntungan sendiri bahkan bisa juga memperlakukan orang lain seolah memiliki kedudukan yang lebih rendah.

"Sekarang penjajahan tak lagi berupa penguasaan, tetapi bisa hadir melalui penindasan, perampasan hak, memperdaya, atau merasa lebih tinggi dari sesama," ujar Noorhalis Majid.

Ada istilah 'ngebos', bukan soal jabatan, tapi merasa berkuasa dan seenaknya memperlakukan orang lain. Ungkapan ulanda hirang merupakan bagian dari ingatan sosial masyarakat Banjar pada pengalaman di masa lalu.

"Dampak pengkhianatan dan keberpihakan terhadap penjajah meninggalkan pesan budaya agar masyarakat tidak mengulangi perilaku yang sama dalam bentuk berbeda. "Sebagai contoh, jika ada pimpinan yang menggunakan jabatan untuk menekan bawahan, tidak mau memahami alasan apapun misalnya keterlambatan padahal sudah dijelaskan secara kondisional, maka itu bisa disebut sebagai ulanda hirang," ucap Noorhalis Majid

Noorholis Majid menjelaskan, ada nilai yang bisa dipetik dari ungkapan ulanda hirang. Diantaranya adalah membangun kehidupan yang egaliter itu penting, saling menghormati dan memberdayakan.

"Kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan saja, namun juga dari kebodohan, keterbelakangan maupun perlakuan yang merendahkan martabat manusia," ucapnya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....