Kebakaran Lahan Meluas, Banjarmasin Selatan Catat Kejadian Terbanyak

  • 18 Sep 2026 13:09 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebakaran lahan di Kota Banjarmasin meluas drastis dengan 4.095 hektare lahan hangus terbakar dalam 52 kejadian sejak Juni hingga 15 September 2026.
  • Kecamatan Banjarmasin Selatan menjadi area dengan jumlah kebakaran tertinggi yaitu 20 kejadian, diikuti Banjarmasin Utara dengan 16 kejadian.
  • Kepala Pelaksana BPBD Kota Banjarmasin Husni Thamrin melaporkan bahwa puncak musim kemarau menjadi pemicu utama meluasnya kebakaran lahan di seluruh wilayah kota.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kebakaran lahan di Kota Banjarmasin terus meluas seiring puncak musim kemarau. Sejak Juni hingga 15 September 2026, sedikitnya 4.095 hektare lahan tercatat hangus terbakar dalam 52 kejadian kebakaran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin Husni Thamrin mengatakan kasus kebakaran lahan paling banyak terjadi di Kecamatan Banjarmasin Selatan dengan 20 kejadian. Selanjutnya, Banjarmasin Utara 16 kejadian, Banjarmasin Timur dan Banjarmasin Tengah masing-masing tujuh kejadian, serta Banjarmasin Barat dua kejadian.

“Paling banyak memang di wilayah Banjarmasin Selatan,” kata Husni Thamrin, Jumat, 18 September 2026. “Karena banyak lahan kosong di sana dan juga berada di perbatasan.”

Menurut Husni, sejumlah kelurahan tercatat menjadi lokasi dengan kejadian kebakaran terbanyak. Kelurahan Sungai Andai mencatat 10 kejadian, disusul Basirih Selatan tujuh kejadian, Tanjung Pagar enam kejadian, serta Kelayan Selatan dan Sungai Jingah masing-masing tiga kejadian.

Berdasarkan jenis lahan yang terbakar, mayoritas kebakaran terjadi di kawasan semak belukar dengan persentase mencapai 75 persen. Selanjutnya, lahan kosong 21 persen, sedangkan tumpukan sampah dan taman kota masing-masing sekitar dua persen.

“Kebakaran di taman kota itu tepat di depan rumah dinas ibu wakil wali kota. Setelah diselidiki ternyata orang tidak waras yang membakarnya,” ujar Husni.

Husni menjelaskan penyebab kebakaran cukup beragam, mulai dari faktor alam, kelalaian, hingga pembakaran yang dilakukan secara sengaja. Kondisi lingkungan yang kering akibat kemarau panjang turut meningkatkan potensi lahan mudah terbakar.

“Ranting-ranting pohon juga sangat mungkin jadi penyebab kebakaran,” ucapnya. “Karena saat bergesekan akan menghasilkan panas dan bisa memercikkan api secara alami.”

Meski demikian, faktor alam hanya tercatat sekitar dua persen dari kejadian kebakaran, sedangkan enam persen lainnya masih belum diketahui penyebabnya. Kebakaran yang diduga dilakukan secara sengaja mencapai sekitar 10 persen, sementara akibat kelalaian penggunaan api terbuka sekitar empat persen.

Husni menyebut sebagian besar kejadian berkaitan dengan aktivitas pembakaran sampah yang kemudian memicu meluasnya api ke lahan sekitar, dengan persentase mencapai 79 persen. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini menjadi perhatian serius pemerintah di Kalimantan Selatan. Pembakaran lahan secara sengaja dapat berujung pada proses hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.

“Kejadian kebakaran di Kecamatan Banjarmasin Timur ada yang ditangkap. Saat ini sedang dalam proses penindakan,” ucap Husni.

BPBD Kota Banjarmasin terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran lahan. Masyarakat dapat memantau data dan kondisi terkini melalui situs resmi BPBD Kota Banjarmasin di sip-banar.banjarmasinkota.go.id/karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....