Harjad ke-500 Banjarmasin tanpa Hiburan, Ziarah Sultan Suriansyah Tetap Digelar
- 17 Sep 2026 15:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin tahun 2026 digelar dengan format berbeda. Dari rangkaian agenda yang biasanya mewarnai peringatan hari jadi, prosesi ziarah ke makam Sultan Suriansyah menjadi satu-satunya agenda yang tetap dipertahankan.
Ziarah makam raja pertama Kesultanan Banjar tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 24 September 2026, pukul 08.00 WITA. Prosesi ini akan diikuti Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), DPRD Kota Banjarmasin, kepala SKPD, serta sejumlah unsur lainnya.
Kepala Bagian Pemerintahan Setdako Banjarmasin, Diyannoor, mengatakan ziarah makam Sultan Suriansyah tetap dipertahankan sebagai bagian penting dari peringatan Harjad ke-500. Sedangkan kegiatan lainnya yang bersifat hiburan resmi dibatalkan, dengan alasan kemanusian di tengah musibah yang terjadi.
"Semua agenda hiburan dibatalkan. Tapi ziarah makam Sultan Suriansyah tetap kita laksanakan pada 24 September pukul 08.00 WITA," ujar Diyannoor, Kamis, 17 September 2026.
Usai ziarah, rangkaian Harjad ke-500 dilanjutkan dengan Sidang Istimewa Hari Jadi Kota Banjarmasin di Gedung DPRD Kota Banjarmasin. Sidang istimewa tersebut menjadi agenda resmi berikutnya setelah prosesi penghormatan di makam Sultan Suriansyah.
"Setelah ziarah makam, dilanjutkan dengan sidang istimewa hari jadi di DPRD. Jadi semua tamu undangan yang ada langsung ke kantor DPRD untuk mengikuti sidang istimewa Hari Jadi," katanya.
Diketahui, Pemerintah Kota Banjarmasin memutuskan meniadakan seluruh rangkaian perayaan Harjad) ke-500 Kota Banjarmasin yang bersifat hiburan. Keputusan tersebut diambil di tengah berbagai musibah yang terjadi di sejumlah daerah, termasuk bencana dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap masyarakat Kalimantan Selatan.
Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR mengatakan keputusan tersebut bukan perkara mudah. Kondisi masyarakat dan berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini membuat pemerintah harus mempertimbangkan kembali bentuk peringatan lima abad Kota Banjarmasin.
"Keputusan ini tidak mudah, tapi kami mengambilnya dengan hati dan rasa kebersamaan. Lima ratus tahun Kota Banjarmasin adalah perjalanan yang penuh makna dan tentu ingin kita sambut dengan suka cita dan persiapan juga sudah dilakukan serta dinantikan berbagai pihak," ujar Wali Kota Banjarmasin.
Menurutnya, saat ini bangsa Indonesia sedang melewati sejumlah peristiwa berat. Mulai dari saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur menghadapi bencana gempa bumi, dan masyarakat di Kalimantan Selatan menghadapi karhutla yang berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Belum selesai persoalan tersebut, masyarakat juga tengah berduka atas tragedi KM Virgo Transport 8. Hingga kini, masih ada keluarga yang menunggu kabar keselamatan orang-orang yang mereka cintai.
"Beberapa waktu terakhir negeri ini sedang melewati peristiwa berat. Terbaru adalah tragedi KM Virgo 8 yang masih ada sampai saat ini keluarga yang menunggu kabar keselamatan keluarganya," ucapnya.
Atas pertimbangan tersebut, Pemko Banjarmasin memilih untuk meniadakan kegiatan Harjad ke-500 yang bersifat hiburan. Wali Kota menyadari keputusan itu dapat berdampak kepada banyak pihak yang sebelumnya telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk menyambut momentum bersejarah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....