Cegah Kecelakaan, Ratusan Relawan Damkar Banjarmasin Dibekali Safety Driving

  • 09 Sep 2026 19:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) memberikan edukasi keselamatan kepada relawan pemadam kebakaran. Menyusul masih ditemukannya risiko kecelakaan saat menjalankan tugas.

Edukasi tersebut dikemas dalam Sosialisasi Edukasi terhadap Relawan Pemadam Kebakaran Kota Banjarmasin. Safety Driving dan Penanganan Pertolongan Pertama dalam Situasi Kedaruratan Kecelakaan menjadi topik utama.

Kegiatan yang merupakan instruksi langsung Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR itu berlangsung di salah satu hotel, Rabu, 9 September 2026. Sebanyak 140 relawan dari Kecamatan Banjarmasin Tengah mengikuti kegiatan tersebut.

Kegiatan turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Ananda, Kepala Disdamkarmat Kota Banjarmasin Hendro, narasumber, serta para relawan pemadam kebakaran. Wakil Wali Kota Ananda mengatakan, pelatihan tersebut digelar sebagai respons terhadap kondisi di lapangan, terutama kecelakaan yang kerap dialami relawan ketika bergerak menuju lokasi kebakaran.

Menurutnya, para relawan memiliki niat membantu masyarakat sehingga keselamatan mereka juga harus menjadi perhatian pemerintah. “Kecelakaan ini sangat disayangkan terjadi karena keinginan mereka untuk membantu orang banyak, tetapi ternyata mereka yang mengalami kecelakaan. Hal inilah yang ditangkap oleh Pak Wali Kota,” ujar Ananda.

Ia menjelaskan, materi safety driving akan diberikan dengan melibatkan narasumber dari Polresta Banjarmasin. Sementara materi pertolongan pertama dalam situasi kedaruratan disampaikan oleh Basarnas.

Melalui pelatihan tersebut, para relawan diharapkan memahami risiko berkendara saat menuju lokasi kebakaran. Sekaligus memiliki kemampuan dasar dalam menangani kondisi darurat sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perhatian terhadap keselamatan dan perlindungan relawan, lanjut Ananda, juga diperkuat setelah dirinya mendatangi keluarga almarhum Muhammad Firman Ariyadi, salah seorang relawan resmi yang meninggal dunia. Dari hasil koordinasi, diketahui almarhum tercatat sebagai relawan resmi, namun belum mendapatkan perlindungan BPJS.

“Kami menginginkan jangan sampai terjadi lagi seperti ini. Setiap relawan yang terdaftar resmi di BPK dan terdata di Dinas Damkar harus mendapatkan santunan apabila meninggal dunia atau mengalami kecelakaan berat saat menjalankan tugas kerelawanannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disdamkarmat Kota Banjarmasin Hendro mengatakan, pelatihan tersebut dilaksanakan selama lima hari dengan peserta yang dibagi berdasarkan kecamatan. Menurutnya, materi safety driving tidak hanya membahas teknik berkendara, tetapi juga risiko yang muncul ketika relawan melaju dalam kecepatan tinggi menuju lokasi kebakaran.

“Setiap kecamatan diikuti sekitar 140 peserta. Sehingga total peserta mencapai lebih dari 500 relawan,” kata Hendro.

Kondisi kendaraan yang digunakan relawan juga menjadi bagian penting dalam materi tersebut. Hal ini dinilai perlu diperhatikan mengingat relawan harus bergerak cepat dalam situasi darurat.

Sementara itu, materi pertolongan pertama dari Basarnas akan membekali relawan dengan kemampuan menangani kondisi kedaruratan di lapangan. Termasuk ketika menghadapi korban yang mengalami sesak napas maupun kondisi lainnya.

“Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan relawan. Sehingga dalam menjalankan tugas mereka tetap mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....