Atasi Genangan Banjir, BWS Kalimantan III Normalisasi Sungai di Banjarmasin

  • 09 Sep 2026 11:17 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III akan melakukan normalisasi sungai di sejumlah titik strategis Kota Banjarmasin. Langkah teknis ini dilakukan untuk mengoptimalkan kembali fungsi sungai dalam mengantisipasi dan meminimalkan potensi genangan banjir.

Proyek normalisasi menyasar empat alur sungai vital, yakni Sungai Veteran, Sungai Kelayan, Sungai Begau, serta Sungai Guring atau Pekapuran. Upaya pengerukan ini ditujukan untuk mengembalikan kapasitas tampung air agar aliran sungai kembali lancar.

Plt Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Erryanto, mengungkapkan penanganan empat alur sungai ini membawa dampak signifikan. Program ini diproyeksikan mampu memangkas luas genangan banjir hingga 44,32 persen dari kondisi eksisting.

"Kita berupaya terus melalui operasi dan pemeliharaan tersebut. Kita kebetulan juga punta alat dan itu yang kita manfaatkan untuk penggalian sedimen," ujarnya.

Pengurangan dampak genangan banjir tersebut direncanakan meliputi wilayah Banjarmasin Selatan, Banjarmasin Timur, hingga kawasan Kertak Hanyar. Sandi turut mengajak partisipasi aktif warga dalam menjaga kebersihan alur air yang telah dikeruk.

"Jadi kita kembalikan fungsi daripada sungai itu sendiri. Kami mohon masyarakat juga menjafa lingkungannya, jangan membuang sampah sembarangan di sungai," kata Sandi menambahkan.

Langkah percepatan BWS Kalimantan III ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan pengerukan sungai terus digenjot lintas sektor, khususnya memanfaatkan momentum musim kemarau.

“Penanganan sungai tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pemerintah kota melakukan apa yang menjadi kewenangannya, sementara dukungan pemerintah pusat melalui BWS Kalimantan III sangat penting untuk memastikan penanganan sungai berjalan secara lebih terintegrasi,” ujar Yamin.

Tahap konstruksi fisik normalisasi sungai dijadwalkan mulai berjalan pada triwulan IV 2026 hingga 2027 mendatang. Program terpadu ini diharapkan mampu memperbesar kapasitas tampung air sekaligus membebaskan warga Kota Banjarmasin dari ancaman banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....