Sungai Baru dan Pekapuran Raya Dikeruk, Banjarmasin Siapkan Titik Retensi Baru
- 21 Agt 2026 09:07 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III mulai mengeruk sungai di wilayah Kelurahan Pekapuran Raya dan Kelurahan Sungai Baru. Normalisasi dilakukan menggunakan excavator amphibi untuk mengangkat sedimentasi yang membuat alur sungai semakin dangkal.
Pengerukan ini ditargetkan tidak sekadar memperlancar aliran, tetapi juga menambah kapasitas tampung air dan menjadikan kawasan tersebut sebagai titik retensi genangan. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR turun langsung memantau proses pengerukan dan memastikan lahan di sekitar kawasan sungai telah dibebaskan sehingga pekerjaan penataan dapat segera dilakukan.
“Ini kita melakukan penormalisasian di Sungai Baru. Tentunya ini sudah dibebaskan lahan-lahannya semuanya, tinggal kita melakukan penataan dan pembersihan sungai-sungai yang dangkal,” ujar Yamin.
Pengerukan sengaja dilakukan pada sore hingga malam saat debit air mulai surut, karena lebih memungkinkan alat berat bekerja maksimal di dalam alur sungai. Yamin mengatakan, hasil normalisasi diharapkan memberi fungsi lebih besar terhadap pengendalian banjir.
Kawasan sungai yang ditata nantinya tidak hanya menjadi jalur aliran air, tetapi juga berpotensi menampung limpasan saat terjadi genangan. “Harapan kita ini juga bisa menjadi satu tempat retensi genangan air di Kota Banjarmasin. Khususnya di wilayah Kelurahan Sungai Baru dan Pekapuran Raya,” katanya.
Pemko menargetkan pengerukan dapat rampung sekitar satu minggu dan penataan kawasan akan dilanjutkan sesuai kebutuhan. Namun, Yamin mengakui pekerjaan tersebut berpotensi mengganggu aktivitas warga.
Mobilisasi excavator dan truk pengangkut sedimentasi dapat menimbulkan kepadatan maupun gangguan akses di sekitar lokasi. Karena itu, ia meminta masyarakat memahami proses pengerjaan yang sedang berlangsung.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat. Apabila dalam proses pengerukan ini ada sedikit gangguan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala BWS Kalimantan III, Sandi Erianto menilai dukungan Pemko Banjarmasin menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan persoalan banjir. Kolaborasi tersebut dinilai perlu diperluas agar normalisasi tidak berhenti di satu lokasi.
Sandi bahkan berharap penataan satu segmen sungai bisa menjadi model bagi kawasan lainnya. “Kita contoh satu segmen meskipun hanya 500 meter, kita apa pun kita lakukan. Saya salut Bapak Wali Kota, dedikasinya, keberaniannya dalam hal pembangunan di Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Pengerjaan di Pekapuran Raya dan Sungai Baru pun menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan BWS Kalimantan III. Terutama dalam menghadapi persoalan sungai dangkal dan genangan di Kota Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....