Kemarau Picu Kebakaran Permukiman, Puluhan Kejadian Tercatat di Banjarmasin

  • 09 Sep 2026 08:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Musim kemarau turut menjadi perhatian serius Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Banjarmasin. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sedikitnya ada 88 kejadian kebakaran di wilayah Kota Banjarmasin.

Tingginya potensi kebakaran membuat masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah. Kepala Disdamkarmat Banjarmasin, Hendro, mengatakan keberadaan APAR penting sebagai langkah penanganan awal sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.

“Kami mengimbau untuk mempunyai APAR masing-masing. Karena tiga menit awal itu APAR sangat diperlukan,” ujar Hendro.

Menurutnya, tiga menit pertama setelah api muncul menjadi waktu krusial untuk melakukan pemadaman awal. Karena itu, selain memiliki APAR, masyarakat juga perlu memahami cara penggunaannya.

Hendro menyebut ketentuan mengenai APAR telah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2023, meski penerapannya bersifat imbauan. Untuk kebutuhan rumah tangga, ia menyarankan penggunaan APAR jenis powder dengan kapasitas sekitar tiga kilogram.

“Cukup efektif untuk penanganan awal kebakaran dan harganya relatif terjangkau.Kalau di rumah pakai powder itu saja, dengan harga sekitar tiga ratus lima puluh ribuan,” ucapnya.

Sementara untuk APAR jenis CO2, harganya jauh lebih mahal sekitar Rp3 juta untuk kapasitas tiga kilogram. Meski demikian, Hendro mengatakan APAR CO2 lebih dianjurkan untuk lingkungan perkantoran, terutama karena lebih aman digunakan pada peralatan elektronik.

“Kalau yang tiga kilo (CO2) bisa tiga juta harganya. Tapi daya pukulnya itu melebar. Kalau di kantor sangat dianjurkan karena kadang (kebakaran) mengenai barang elektronik,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....