Sebanyak 281 Mahasiswa IAID Martapura Resmi Diwisuda

  • 08 Sep 2026 00:04 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Sebanyak 281 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura resmi diwisuda dalam Wisuda XXIV Program Sarjana (S1) di Ballroom Grand Qin Hotel Banjarbaru, Senin, 7 September 2026. Wisuda ini menjadi puncak perjalanan akademik sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama kuliah di tengah masyarakat.

Wisuda tersebut dihadiri Rektor UIN Antasari Prof. Dr. Hj. Nida Mufidah, M.Pd. dan Bupati Banjar yang diwakili Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rakhmat Dhany. Kehadiran unsur perguruan tinggi dan pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.

Rektor IAID Martapura Prof. Dr. HA Hafiz Anshary AZ, MA mengatakan, wisudawan tertua pada tahun ini berusia 53 tahun. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dalam waktu sekitar tiga tahun.

"Yang paling tua 53 tahun. Lulus selama tiga tahun. Luar biasa semangat beliau untuk menyelesaikan studi dan alhamdulillah lulus," ujar Hafiz.

Hafiz mengatakan untuk wisudawan termuda pada wisuda kali ini berusia sekitar 21 tahun 8 bulan. Ia menilai, perbedaan usia tersebut menunjukkan bahwa semangat untuk menempuh pendidikan tidak dibatasi usia.

Sebanyak 281 lulusan tersebut berasal dari tiga fakultas di IAID Martapura. Salah satunya Fakultas Tarbiyah yang memiliki tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Hafiz berharap para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar sarjana. Ia juga mendorong alumni untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Wisudawan-wisudawati diharapkan tidak berhenti belajar sampai pada gelar sarjana yang didapat untuk S1. Kita mengharapkan mereka terus belajar dan bahkan mendorong agar bisa melanjutkan ke program yang lebih tinggi, S2 dan S3,” ucapnya.

Selain itu, Hafiz berpesan agar para alumni tetap menjaga nama baik IAID Martapura. Para lulusan juga diharapkan membawa nilai-nilai dan akhlak Darussalam dalam kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Banjar, Rakhmat Dhany mengatakan, gelar sarjana bukan hanya tambahan pada nama seseorang. Menurutnya, gelar tersebut juga membawa tanggung jawab moral dan intelektual bagi setiap lulusan.

"Dunia di luar sana setelah pintu ballroom ini kalian tinggalkan adalah dunia yang sangat kompetitif. Ijazah mungkin bisa mengantarkan kalian ke pintu wawancara, tetapi karakter, skill, dan Integritaslah yang akan menentukan seberapa jauh kalian berjalan," katanya.

Rakhmat mendorong para lulusan IAID Martapura agar tidak hanya menjadi pencari kerja. Ia berharap mereka juga mampu menciptakan peluang dan memberikan solusi bagi masyarakat.

Lulusan Fakultas Syariah, Tarbiyah, maupun Ekonomi dan Bisnis Islam diharapkan dapat ikut berperan dalam pembangunan Kabupaten Banjar. Ilmu yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat diterapkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Jangan biarkan ilmu kalian lay di atas kertas. Jadilah solusi di desa kalian, di kecamatan kalian, maupun di instansi tempat kalian bekerja atau mengabdi nanti,” ujar Rakhmat.

Perwakilan mahasiswa, Haris Fadilah, mengatakan perjalanan menuju wisuda tidak selalu mudah. Setiap mahasiswa memiliki cerita dan tantangan masing-masing selama menyelesaikan pendidikan.

Menurut Haris, sebagian mahasiswa harus merantau, membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, serta menghadapi berbagai keterbatasan. Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti menyelesaikan pendidikan.

“Bukan karena semuanya mudah, melainkan karena kita memilih untuk tidak menyerah,” ucap Haris.

Haris juga mengingatkan bahwa gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama kuliah harus diterapkan dan diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.

Pengalaman mengikuti berbagai kegiatan pengabdian, termasuk program KKM Internasional di Malaysia, memberikan pelajaran penting. Ia menilai kontribusi seorang sarjana tidak dibatasi oleh wilayah maupun tempat seseorang mengabdi.

Menurutnya, pendidikan seharusnya tidak membuat seseorang merasa lebih tinggi dari masyarakat. Sebaliknya, semakin tinggi pendidikan yang diperoleh, semakin besar pula kesadaran untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

“Manusia-manusia terdidik setidaknya mempunyai kemampuan dan kesadaran untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat sebesar besarnya masyarakat memberikan kepada kita semua,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, IAID Martapura juga menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar dan Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kontribusi IAID Martapura sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Di sisi lain, IAID Martapura tengah mengupayakan peningkatan status menjadi Universitas Islam Darussalam Martapura. Usulan tersebut masih dalam proses di Kementerian Agama dan pihak kampus berharap mendapat respons positif dalam waktu dekat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....