Pedagang Pasar Sentra Antasari Tak Boleh Gagap Digital
- 07 Sep 2026 14:46 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pedagang di Pasar Sentra Antasari, Banjarmasin, didorong tidak hanya mengandalkan penjualan secara konvensional di pasar. Mereka mulai diarahkan memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran hingga ke luar daerah.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui pelatihan digitalisasi bagi pedagang yang digelar Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Banjarmasin dan dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda. Ia menilai perkembangan teknologi telah mengubah pola perdagangan, yang mana transaksi secara offline dan online seharusnya berjalan beriringan.
"Toko offline jalan, toko online juga jalan. Jadi saling melengkapi," kata Ananda.
Ia menyebut potensi omzet melalui perdagangan daring terus berkembang. Karena itu, pedagang dinilai perlu mempersiapkan diri agar tidak tertinggal dalam proses peralihan menuju digitalisasi.
Direktur Utama Perumda Pasar Banjarmasin, Muhammad Abdan Syakura, mengatakan pelatihan tersebut diikuti 500 pedagang yang dibagi dalam dua hari pelaksanaan. Materi pelatihan diberikan mulai dari hal dasar, seperti membuat akun online, hingga memahami sistem perdagangan melalui e-commerce.
“Pembekalan tersebut diharapkan membuat pedagang lebih terbiasa menggunakan teknologi. Tujuannya untuk mendukung aktivitas jual beli,” katanya.
Ia mengatakan keberhasilan digitalisasi perdagangan sangat bergantung pada kemampuan pedagang beradaptasi. Sebab, perkembangan teknologi juga diikuti perubahan perilaku konsumen yang semakin cepat.
"Ini jadi tantangan bagi para pedagang bagaimana mereka bisa beradaptasi terhadap kecanggihan teknologi, kemudian perilaku pasar dan lainnya. Semakin terbiasa pedagang memadukan penjualan offline dan online, semakin cepat pula proses transformasi digital dalam transaksi perdagangan,” ujarnya.
Meski demikian, Syakura menegaskan digitalisasi bukan berarti pedagang harus meninggalkan pasar tradisional. Aktivitas jual beli di pasar tetap menjadi bagian penting, sementara penjualan daring digunakan untuk memperluas pasar.
"Meski kita dorong digital, mereka tetap berdagang di pasar. Karena kita ingin mereka bisa berjualan online yang jangkauannya tidak hanya Banjarmasin tapi nasional," ucapnya.
Perumda Pasar juga berencana memperluas pelatihan serupa kepada pedagang di Pasar Lima dan Pasar Sudimampir. Langkah tersebut dinilai penting, terutama bagi pedagang dengan komoditas yang menghadapi persaingan ketat di platform digital.
"Kalau sembako saya lihat masih bagus, tapi kalau jualan baju, kosmetik dan lain sebagainya kompetitif sekali persaingannya. Jadi kompetitif ini kita terus upgrade kapasitas dari para pedagang sehingga mereka bisa untuk berjualan secara online," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....