Menjelang Maulid, Harga Beras di Pasaran Banjarmasin Mulai Naik
- 18 Agt 2026 13:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, harga sejumlah jenis beras di Pasar Sentra Antasari Banjarmasin mulai merangkak naik. Kenaikan tersebut terjadi pada beberapa jenis beras yang banyak diminati masyarakat, di antaranya beras Siam, Mayang, dan Unus.
Kepala Toko Adi Ntalu, Alfian, mengatakan kenaikan harga terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momen keagamaan. Kondisi tersebut turut diperparah dengan menipisnya stok beras lokal di tingkat pedagang.
“Beras yang mengalami kenaikan di antaranya Siam, Mayang, dan Unus, karena stok mulai menipis sementara permintaan meningkat,” ujar Alfian, Selasa 18 Agustus 2026. Ia menyebut kenaikan paling terasa terjadi pada beberapa jenis beras Banjar yang menjadi pilihan masyarakat.
Beras jenis Mayang, harga per karung kini mencapai Rp580 ribu dari sebelumnya Rp530 ribu. Artinya, terjadi kenaikan sekitar Rp50 ribu untuk setiap karung beras tersebut.
Sementara beras Mayang Usang juga mengalami kenaikan harga dari Rp18 ribu menjadi Rp20 ribu per liter. Kenaikan serupa terjadi pada beras Siam Arjuna yang sebelumnya dijual Rp12 ribu kini berada di kisaran Rp14 ribu hingga Rp15 ribu per liter.
Menurut Alfian, kondisi tersebut tidak terlepas dari adanya gagal panen di sejumlah wilayah penghasil beras di Kalimantan Selatan. Dampaknya, pasokan beras Banjar yang masuk ke toko semakin terbatas dan membuat harga ikut terdorong naik.
“Stok beras Banjar sekarang mulai menipis, apalagi permintaan pasar meningkat menjelang Maulid,” katanya. Kondisi ini membuat pedagang harus menyesuaikan harga jual dengan ketersediaan stok yang ada.
Kenaikan harga beras tersebut turut dirasakan masyarakat, terutama warga yang harus menyesuaikan kebutuhan pangan dengan kondisi ekonomi keluarga. Salah satunya Nia, yang mengaku kini memilih jenis beras dengan harga lebih terjangkau agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi di tengah kondisi ekonomi yang cukup sulit.
“Di tengah kondisi perekonomian yang agak sulit ini, kenaikan harga beras cukup terasa. Biasanya beli beras Rp14 ribu, sekarang sudah naik menjadi Rp18 ribu per liter, jadi cukup terasa kenaikannya dan akhirnya berganti ke beras yang Rp12 ribuan,” kata Nia.
Di sisi lain, beras Jawa juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan dibandingkan beras lokal. Alfian menjelaskan, beras Jawa eceran saat ini dijual mulai Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per liter, sehingga masyarakat diimbau menyesuaikan pembelian dengan kebutuhan menjelang perayaan Maulid Nabi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....