Kemarau Panjang Picu Krisis Air, BPBD Balangan Salurkan Bantuan ke Halong

  • 05 Sep 2026 15:45 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Balangan memicu krisis air bersih di Kecamatan Halong. Bencana kekeringan ini berdampak pada sembilan desa serta satu pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) setempat.

Guna mengatasi persoalan tersebut, tim gabungan mulai menyalurkan bantuan pasokan air bersih pada Jumat, 4 September 2026. Langkah tanggap darurat ini diambil setelah cadangan air di permukaan tanah dan sumur warga menyusut drastis.

Camat Halong, Ardiansyah, menyampaikan bahwa dampak kemarau panjang membuat masyarakat di sepuluh lokasi kawasan tersebut membutuhkan suplai air darurat. Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi hal penting yang harus segera ditangani.

“Kemarau panjang ini membuat sembilan desa dan satu puskesmas atau 10 lokus kekeringan air. Total hampir 25 titik sangat memerlukan suplai air,” kata Ardiansyah.

Penyaluran bantuan air bersih perdana dipusatkan di Desa Sumber Agung dengan menyasar sekitar 100 rumah warga di lingkungan RT 3 dan RT 4. Distribusi awal ini sekaligus dimanfaatkan petugas sebagai bahan evaluasi teknis pengiriman ke wilayah berikutnya.

“Hari ini kita lakukan penyaluran perdana di Desa Sumber Agung. Selanjutnya akan dilakukan evaluasi terkait volume air yang bisa dikirim dan durasi waktu, karena 10 titik yang tersebar di Kecamatan Halong ini krusial,” ujarnya menambahkan.

Penyaluran pasokan air tersebut melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD Balangan, personel TNI-Polri, perangkat desa, serta relawan. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, Rahmi, menegaskan prioritas distribusi diberikan kepada desa yang telah mengajukan permohonan resmi.

“Saat ini di Kecamatan Halong sedang didistribusikan air bersih ke lokus-lokus yang sudah tersampaikan lewat surat. Kami dibersamai oleh Danramil, Polsek, relawan, dan aparatur desa sebagai wujud implementasi ketangguhan bencana,” kata Rahmi.

Rahmi menjelaskan, kegiatan distribusi air bersih ini juga menjadi bagian dari implementasi program inovatif bernama SIGAB KENCANA LINK DESTANA. Program ini mengintegrasikan kebijakan Kecamatan Tangguh Bencana dari Kemendagri dengan Desa Tangguh Bencana milik BNPB.

“Tujuan utamanya adalah membangun ketangguhan daerah melalui sistem yang adaptif dan berkelanjutan. Antara kecamatan dan desa yang sudah tangguh bencana tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi terhubung dan saling menguatkan,” ujarnya menambahkan.

Sistem integrasi ini dirancang untuk mempercepat koordinasi penanganan bencana pada tahap prabencana, tanggap darurat, hingga pascabencana. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam merespons potensi bencana di daerah.

Usai memenuhi kebutuhan air di Desa Sumber Agung, armada tangki BPBD Balangan dijadwalkan melanjutkan pengiriman ke Desa Karya RT 3 dan Desa Gunung Riut. Terbatasnya sumber air permukaan di desa pelosok ini sebelumnya juga sempat menjadi kendala dalam penanganan Karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....